Khotbah Minggu
Pendahuluan
Paulus
memperkenalkan dirinya sebagai “rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah.”Surat
ini berkaitan erat dengan pelayanan Paulus kepada jemaat-jemaat di wilayah Asia
Kecil, khususnya jemaat di Efesus. Surat ini ditujukan kepada orang-orang
percaya di Efesus, sebuah kota penting di Asia Kecil, yang sekarang berada di
wilayah Turki.
Efesus
merupakan kota yang sangat strategis secara ekonomi, politik, dan keagamaan.
Kota ini terkenal sebagai pusat penyembahan kepada Artemis. Karena itu,
kehidupan jemaat Kristen berada di tengah lingkungan yang memiliki berbagai
pengaruh agama, budaya, filsafat, dan praktik kehidupan yang tidak selalu
sesuai dengan iman Kristen.
Efesus
4:7-16. Kristus memberikan berbagai karunia dan pelayanan kepada anggota
tubuh-Nya, tetapi semua karunia itu mempunyai satu tujuan: membangun tubuh
Kristus dan membawa jemaat kepada kedewasaan iman.
Khotbah
1. Membangun Tubuh Kristus (Ayat 7-12)
Paulus
memulai dengan mengatakan bahwa kepada setiap orang percaya telah dianugerahkan
kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Artinya, setiap orang percaya
mempunyai tempat dan fungsi dalam tubuh Kristus. Kristus memberikan berbagai
karunia dan pelayanan: rasul, nabi, pemberita Injil, gembala, dan pengajar. Tujuannya
bukan supaya beberapa orang menjadi lebih tinggi daripada yang lain.
Pelayan Tuhan bukan dipanggil untuk melakukan segala sesuatu sendirian, tetapi memperlengkapi seluruh umat Tuhan supaya bersama-sama melayani. Gereja yang sehat bukan gereja yang hanya memiliki banyak kegiatan, tetapi gereja yang setiap anggotanya bertumbuh dan mengambil bagian dalam pelayanan.
2. Bertumbuh Menjadi Dewasa dalam Iman (Ayat 13-14)
Paulus
kemudian berbicara tentang tujuan pelayanan: “Sampai kita semua telah mencapai
kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan
penuh...”
Perhatikan
bahwa ukuran kedewasaan bukan umur, jabatan, lama menjadi anggota gereja, atau
banyaknya pengalaman pelayanan. Ukuran kedewasaan adalah semakin mengenal
Kristus dan semakin menyerupai Kristus.
Karena
itu Paulus berkata: “Sehingga kita bukan lagi anak-anak...” Anak-anak mudah
diombang-ambingkan. Demikian juga orang
Kristen yang tidak bertumbuh dalam firman Tuhan akan mudah dipengaruhi oleh
berbagai ajaran.
Hari
ini seseorang mendengar satu ajaran dan langsung percaya. Besok mendengar
ajaran lain, lalu berpindah. Hari ini imannya kuat, besok karena masalah hidup
ia mulai meragukan Tuhan. Paulus menyebut keadaan itu seperti
“diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran.” Angin tidak mempunyai
arah yang tetap. Demikian juga orang yang tidak memiliki dasar kebenaran akan
mudah mengikuti apa yang sedang populer.
Karena itu gereja harus menghasilkan orang Kristen yang dewasa. Orang
Kristen dewasa bukan berarti orang yang merasa paling tahu. Orang Kristen dewasa adalah orang yang: tahu
apa yang dipercayainya, tahu mengapa ia mempercayainya, dan tetap berdiri
ketika menghadapi berbagai tantangan.
3. Berpegang pada Kebenaran (Ayat 15-16)
Paulus berkata: “Tetapi
dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam
segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.”
Ada dua hal yang tidak
boleh dipisahkan:
1.
Teguh dalam kebenaran
Gereja tidak boleh
kehilangan kebenaran hanya karena ingin menyenangkan manusia. Kita dipanggil
untuk tetap berdiri di atas firman Tuhan. Kebenaran tidak boleh berubah hanya
karena zaman berubah. Pendapat manusia dapat berubah. Budaya dapat berubah. Teknologi
dapat berubah.
Tetapi Kristus tetap
menjadi Kepala gereja. Karena itu gereja harus mempunyai keberanian untuk
berkata: “Ini benar karena sesuai dengan firman Tuhan.” Dan ketika sesuatu
bertentangan dengan kebenaran firman Tuhan, gereja harus mempunyai keberanian
untuk berkata: “Tidak.”
2. Kebenaran
harus disampaikan dalam kasih
Namun
Paulus tidak berkata hanya “berpegang pada kebenaran”. Ia berkata: “Berpegang kepada kebenaran di
dalam kasih.” Kita dapat memiliki kebenaran tetapi kehilangan kasih. Kita dapat
benar dalam isi tetapi salah dalam cara menyampaikannya. Kebenaran tanpa kasih
dapat menjadi senjata untuk melukai orang lain.
Sebaliknya,
kasih tanpa kebenaran dapat membuat kita membiarkan kesalahan. Karena itu orang
percaya dipanggil untuk memiliki kebenaran yang penuh kasih dan kasih yang
berakar pada kebenaran.
Kristus
sendiri adalah teladan kita Tujuannya
adalah pertumbuhan menuju Kristus Ayat 15 berkata: “Kita bertumbuh di dalam
segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.” Jadi tujuan akhir kehidupan Kristen bukan
sekadar menjadi orang baik. Bukan sekadar aktif di gereja. Bukan sekadar
memiliki banyak pengetahuan Alkitab. Tujuan kita adalah: semakin bertumbuh ke
arah Kristus.
Kemudian
ayat 16 menggambarkan gereja sebagai satu tubuh yang saling terikat dan setiap
anggotanya menjalankan fungsinya. Artinya, pertumbuhan gereja terjadi ketika
setiap anggota hidup dalam kebenaran, kasih, dan pelayanan.
Kesimpulan
Efesus
4:7-16 mengajarkan kepada kita bahwa gereja yang kuat bukanlah gereja yang
tidak pernah menghadapi tantangan. Gereja yang kuat adalah gereja yang tetap
berdiri di dalam Kristus ketika menghadapi tantangan. Kita menerima karunia
untuk melayani. Kita dipanggil untuk bertumbuh menjadi dewasa. Dan kita
diperintahkan untuk teguh berpegang pada kebenaran di dalam kasih. Karena itu
jangan menjadi orang percaya yang mudah diombang-ambingkan oleh berbagai pengajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar