Khotbah Minggu, 3 Mei 2026
Pendahuluan
Saudara-saudari yang terkasih
dalam Tuhan, setiap orang pernah menghadapi situasi yang terasa buntu: jalan di
depan tertutup, ancaman datang dari belakang, dan kekuatan diri sendiri tidak
cukup untuk menolong. Dalam keadaan seperti itu, kita belajar bahwa pertolongan
sejati bukan berasal dari manusia, melainkan dari Tuhan yang berkuasa atas
segala sesuatu. Itulah yang dialami bangsa Israel ketika mereka berdiri di tepi
Laut Merah dan dikejar oleh pasukan Firaun. Di saat tampaknya tidak ada jalan
keluar, Tuhan bertindak menyelamatkan umat-Nya dengan kuasa-Nya yang ajaib. Tuhan menyuruh Musa membelah Laut Teberau dan
bangsa Israel dan menyebrang.
Keluaran 15:1-14 berisi nyanyian
syukur Musa dan bangsa Israel setelah mereka melihat karya keselamatan Tuhan.
Nyanyian ini bukan sekadar lagu kemenangan, tetapi pengakuan iman bahwa Tuhan
adalah Penyelamat yang layak dipuji, Pembela yang mengalahkan musuh, Allah yang
unik dan kudus, serta Pemimpin yang setia menuntun umat-Nya menuju
kediaman-Nya. Melalui firman ini, kita diajak melihat kembali siapa Tuhan bagi
hidup kita dan bagaimana seharusnya kita merespons karya-Nya dengan iman,
syukur, dan ketaatan
1. Allah adalah Penyelamat, Layak Dipuji (ayat1-3)
Nyanyian Musa dan Israel
1 Pada waktu itu Musa
bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan nyanyian ini
bagi TUHAN yang berbunyi: "Baiklah aku menyanyi bagi
TUHAN, sebab Ia tinggi luhur, kuda dan penunggangnya dilemparkan-Nya
ke dalam laut. 2 TUHAN itu kekuatanku dan
mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Ia Allahku, kupuji
Dia, Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia. 3 TUHAN itu
pahlawan perang; TUHAN, itulah nama-Nya.
Saudara-saudari terkasih, bayangkan sekelompok orang terpojok di tepi Laut Teberau, dikejar oleh pasukan Firaun yang ganas. Mereka tidak punya kekuatan militer untuk melawan ratusan tentara Mesir; tidak ada jalan keluar kecuali tindakan ajaib Allah. Di tengah keputusasaan itu, mereka tidak meratapi nasib, melainkan menegaskan iman mereka kepada Tuhan yang telah menebus mereka dengan tangan yang kuat. Ayat 1-3 menyuguhkan nyanyian syukur yang murni: Tuhan adalah Penolong, Penyelamat, dan Raja yang layak dipuji.