Minggu, 02 Agustus 2026

Pagi Subuh yang Sunyi

 

Di Tengah Pagi yang Sunyi

"TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."
Mazmur 34:19



Pagi itu masih gelap. Embun belum menghilang, dan udara di perkebunan masih terasa dingin. Seperti hari-hari sebelumnya, seorang anak perempuan berusia 12 tahun bangun lebih awal untuk membantu kedua orang tuanya. Dengan wajah yang ceria dan hati yang tulus, ia menemani mereka bekerja. Tidak ada seorang pun yang menyangka bahwa pagi itu akan menjadi pagi yang mengubah kehidupan keluarga mereka untuk selamanya.

Di tengah kesunyian subuh, seekor harimau tiba-tiba menyerang. Peristiwa itu terjadi begitu cepat. Anak yang masih belia itu meninggal dunia. Kepergiannya meninggalkan luka yang begitu dalam bagi ayah, ibu, kakak, adik, dan semua orang yang mengenalnya.

Penggenapan Janji Allah dalam Yesus Kristus 2 Korintus 1:15-24

 

Bahan Pendalaman Alkitab (PA)


Pendahuluan: Latar Belakang Kitab

Surat 2 Korintus ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus sekitar tahun 55-56 M. Jemaat ini adalah jemaat yang dinamis, tetapi juga penuh dengan persoalan, seperti perpecahan, pengaruh guru-guru palsu, dan keraguan terhadap kerasulan Paulus. Salah satu tuduhan yang diarahkan kepada Paulus adalah bahwa ia tidak dapat dipercaya karena mengubah rencana kunjungannya ke Korintus.

Dalam 2 Korintus 1:15-24, Paulus menjelaskan bahwa perubahan rencananya bukan karena ia tidak konsisten, melainkan demi kebaikan jemaat. Ia kemudian mengarahkan perhatian mereka kepada sesuatu yang jauh lebih penting, yaitu kesetiaan Allah. Berbeda dengan manusia yang terbatas dan dapat berubah, Allah tidak pernah berubah. Semua janji Allah mencapai penggenapannya di dalam Yesus Kristus. Oleh karena itu, dasar iman orang percaya bukanlah kesempurnaan manusia, melainkan kesetiaan Allah yang dinyatakan melalui Kristus.

 

1. Kesetiaan Allah Tidak Bergantung pada Kelemahan Manusia (ayat 15-17)

Paulus mengakui bahwa ia mengubah rencana perjalanan ke Korintus. Namun, perubahan itu bukan karena ia tidak dapat dipercaya, melainkan karena ia ingin menghindarkan jemaat dari teguran yang lebih keras. Paulus tidak mengambil keputusan berdasarkan kepentingan dirinya, tetapi demi pertumbuhan rohani jemaat.

Melalui penjelasan ini, Paulus mengingatkan bahwa manusia memang dapat berubah karena keterbatasannya. Namun, perubahan manusia tidak membatalkan kesetiaan Allah.

2. Semua Janji Allah Digenapi di dalam Yesus Kristus (ayat 18-20)

Inilah inti dari bagian ini. Paulus berkata bahwa pemberitaannya tentang Kristus bukanlah "ya dan tidak," sebab Yesus Kristus adalah "Ya" bagi semua janji Allah. Segala janji Allah tentang keselamatan, pengampunan dosa, kehidupan kekal, damai sejahtera, dan pemulihan menemukan penggenapannya di dalam Kristus.  Karena itu, jemaat menjawab dengan "Amin," yaitu ungkapan iman dan keyakinan bahwa Allah pasti menepati firman-Nya.

3. Roh Kudus Menjamin Penggenapan Janji Allah dalam Hidup Orang Percaya (ayat 21-24)

Paulus menjelaskan bahwa Allah sendiri telah meneguhkan orang percaya di dalam Kristus. Allah mengurapi mereka, memeteraikan mereka, dan memberikan Roh Kudus sebagai jaminan.

Meterai Roh Kudus menunjukkan bahwa orang percaya adalah milik Allah, sedangkan Roh Kudus sebagai jaminan memberikan kepastian bahwa seluruh janji keselamatan akan digenapi sampai akhir.

Pelayanan Paulus juga tidak bertujuan menguasai iman jemaat, melainkan bekerja sama agar mereka semakin teguh dalam iman.

 

Kesimpulan

Melalui 2 Korintus 1:15-24, Paulus mengajarkan bahwa manusia dapat berubah karena keterbatasannya, tetapi Allah tidak pernah berubah. Semua janji-Nya telah digenapi di dalam Yesus Kristus, dan Roh Kudus diberikan sebagai jaminan bahwa Allah akan menyelesaikan karya keselamatan-Nya.

Karena itu, orang percaya dipanggil untuk tetap percaya kepada Kristus, hidup dalam ketaatan kepada firman-Nya, dan memegang teguh pengharapan bahwa Allah selalu setia menggenapi setiap janji-Nya.

Pertanyaan Diskusi dan Jawaban

1. Mengapa Paulus menjelaskan perubahan rencana perjalanannya kepada jemaat Korintus?

Jawaban: Karena ada yang menuduh Paulus tidak konsisten. Paulus menjelaskan bahwa perubahan itu dilakukan demi kebaikan jemaat, bukan karena ia tidak dapat dipercaya.

2. Apa arti pernyataan bahwa semua janji Allah adalah "Ya" di dalam Kristus?

Jawaban: Artinya, seluruh janji Allah mengenai keselamatan, kasih karunia, pengampunan, dan kehidupan kekal telah digenapi melalui pribadi dan karya Yesus Kristus. Dialah kepastian dari semua janji Allah.

3. Apa makna Roh Kudus sebagai meterai dan jaminan bagi orang percaya?

Jawaban: Roh Kudus menandai bahwa kita adalah milik Allah dan menjadi jaminan bahwa Allah akan menyempurnakan keselamatan serta menggenapi seluruh janji-Nya bagi setiap orang yang percaya kepada Kristus.

 

Semua Janji Tuhan Dipenuhi. Yosua 21:43-45

 

Khotbah Minggu

 

Pendahuluan:

Kitab Yosua merupakan kelanjutan dari kitab Ulangan. Setelah Musa meninggal, Allah memilih Yosua sebagai pemimpin Israel untuk membawa bangsa itu masuk ke Tanah Perjanjian. Kitab ini menggambarkan bagaimana Allah setia menggenapi janji-Nya kepada Abraham, Ishak, dan Yakub, yaitu memberikan negeri Kanaan kepada keturunan mereka (Kej. 12:7; 15:18-21). Walaupun bangsa Israel harus menghadapi peperangan, kota-kota berkubu, dan bangsa-bangsa yang kuat, Allah berjalan bersama mereka dan memberikan kemenangan.

Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian dan janji manusia yang sering tidak ditepati, firman Tuhan mengingatkan bahwa Allah adalah Pribadi yang tidak pernah ingkar janji. Karena itu, orang percaya dipanggil untuk hidup dalam keyakinan dan ketaatan kepada-Nya.

 

1. Tuhan Menggenapi Janji-Nya dengan Memberikan Berkat yang Dijanjikan (ayat 43)

"Demikianlah TUHAN memberikan kepada orang Israel seluruh negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah..."

Tanah Kanaan bukanlah hasil kekuatan Israel semata, melainkan pemberian Allah. Janji yang diucapkan kepada Abraham sekitar ratusan tahun sebelumnya akhirnya menjadi kenyataan. Allah mengingat setiap janji yang telah diucapkan-Nya.

Sering kali manusia merasa Tuhan terlambat menjawab doa. Namun, keterlambatan menurut manusia bukan berarti Tuhan lupa. Allah bekerja menurut waktu-Nya yang sempurna.

 

2. Tuhan Menggenapi Janji-Nya dengan Memberikan Kemenangan dan Ketenangan (ayat 44)

"TUHAN mengaruniakan keamanan kepada mereka..."

Sesudah memasuki tanah Kanaan, Israel menghadapi banyak peperangan. Namun akhirnya Tuhan memberikan keamanan dan kemenangan atas musuh-musuh mereka. Ini menunjukkan bahwa damai sejati berasal dari Tuhan.

Dalam kehidupan, kita juga menghadapi banyak "musuh": persoalan keluarga, penyakit, tekanan ekonomi, pergumulan pelayanan, bahkan ketakutan akan masa depan. Tuhan tidak selalu menghilangkan semua pergumulan seketika, tetapi Ia menyertai dan memberikan kemenangan serta ketenangan kepada orang yang berharap kepada-Nya.

 

3. Tuhan Menggenapi Seluruh Janji-Nya Tanpa Ada yang Gagal (ayat 45)

"Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN... tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi."

Inilah puncak pesan bagian ini, bahwa tidak satu pun janji Tuhan gagal. Kesetiaan Allah menjadi dasar iman umat-Nya.

Di dalam Yesus Kristus, kita melihat penggenapan terbesar dari janji Allah, yaitu keselamatan bagi semua orang yang percaya. Karena Allah setia pada masa lalu, kita juga dapat mempercayai-Nya untuk masa kini dan masa depan.

Kesimpulan

Yosua 21:43-45 mengajarkan bahwa Allah adalah Tuhan yang setia. Ia memberikan apa yang dijanjikan-Nya, menyertai umat-Nya dalam perjuangan, memberikan kemenangan, dan tidak pernah gagal menepati firman-Nya.

Kesetiaan Allah pada masa lalu menjadi jaminan bagi kehidupan kita hari ini. Oleh sebab itu, marilah kita tetap percaya, taat, dan berharap kepada Tuhan. Walaupun jalan hidup tidak selalu mudah, kita dapat yakin bahwa semua janji Tuhan akan dipenuhi menurut waktu dan kehendak-Nya yang sempurna.

Sabtu, 01 Agustus 2026

Ha wa’oya sa gamabu’ula li Lowalangi ba no “Ya’ia ba khõ Yesus Keriso”. 2 Korindro 1:15–24

 Bahan Pendalaman Alkitab (PA)


Famobὃrὃ

Sura 2 Korindro nisura Faulo me dὃfi 55-56 M. Banua niha keriso ba Gorindro no tobali banua niha keriso sebua ba ginotὃ da’ὃ.  He wa’ae simane da’ὃ no alua faaboto fangera-ngera ba gotaluara, so samahaὃ sofaya sifabὃ’ὃ moroi ba wamahaὃ nifahaὃ Waulo.  Ira samahaὃ sofaya la oguna’ὃ fehede Waulo me omasi ia mὃi ba Korindro ba lὃ alua mὃi ia, andrὃ wa lamane wa fehede Faulo tebai la faduhusi tὃdὃ.

Ba 2 Korindro 1:15-24, Ibe’e Faulo wa’aboto ba dὃdὃ hana wa lὃ alua mὃi ia ba Korindro, tenga bὃrὃ me lὃ ifalua hadia sino i’fabu’u. Lὃ alua mὃi ia ba Korindro me da’ὃ sabὃlὃ sὃkhi.    Imane Faulo khὃra; Ha Lowalangi silὃ irai farὃi ba nifabu’u Nia, hadia sino ifabu’u hasambalὃ ifalua. Fefu sino ifabu’u Lowalangi ifalua ba khὃ Yesu Keriso.  Andrὃ wa imane zui Faulo tenga ba niha mamati ita, ha khὃ Yesus Keriso manὃ.

1.  Tõdõ  fa’enoni (ayat 15–17)

15 III. Ba me no so khõgu wanõtõna da’õ, ba mõido mena’õ khõmi fõna, ena’õ samuza tõ falukha ami wa’ebua dõdõ. 16 Ba utõrõ ena’õ ami, we’amõi ba Makedonia, ba na u’otarai Makedonia, ba mõido zui khõmi, ba ena’õ mifasao ndra’odo ba Yudaia. 17 Ba hadia, me edõnado da’õ hadia, no nifolau zambõ era’era nilaugu? Ma na uhonogõi hadia ia, hadia tõdõ niha dali wangohonogõigu ya’ia, ena’õ itaria ”ya’ia” ba itaria ”tenga”, ba khõgu.

Ba sura 2 Korintus 1:15-17 abula  dὃdὃ Faulo me lὃ faduhu dὃdὃ banua niha keriso khὃnia me lὃ alua nasa mὃi ia ba khὃra, hulὃ lὃ ifalua sino ifabu’u weamὃi ba banua Korindro.  Sindruhunia edὃna  dua kali mὃi Faulo ba Korindro yaia: 1. Mὃi ia ba Korindro fatua lὃ mὃi ia ba Makedonia, 2. Mὃi ia ba Korindro na no mangawuli moroi ba Makedonia (ayati 15-16).  Moroi ba Makedonia numalὃ ia ba Yudaia.

Faulo, i’akui wa no i’fawua we’amὃinia ba Korindro tenga enaὃ bὃi lafaduhusi tὃdὃ ia sa’ae.  Sindruhunia ba wame’e inὃtὃ fangesa tὃdὃ khὃra meno alua fabalisa fangerangera (perpecahan) ba ena’ὃ bὃi mofὃnu ia khὃra. Ba angetula Faulo andre aboto ba dõdõda wa so khõnia tõdõ fa’enoni (hati seorang gembala). Tenga: ena’õ itaria ”ya’ia” ba itaria ”tenga”.

Jumat, 31 Juli 2026

Fefu Bu’u Li Yehowa A’oi Itorὃ. Yosua 21:43-45

 Khotbah Minggu



 

Famobὃrὃ

Sura Yosua 21:43-45 amatohula sura V Moze.  Meno mate Moze, Lowalangi ituyu Yosua tobali sanohugὃ halὃwὃ Moze ba wolohe ndraono Gizerae’li ba dano Kana’ana tanὃ ambu’ula. Ba Zura Yosua andre itutunὃ hewisa halὃwὃ Lowalangi ba wamalua amabu’ula li-Nia khὃ Aberahamὃ, Iza’aki ba Yakobo ba wame’e tanὃ amabu’ula andrὃ khὃ nga’ὃtὃra. 

Ba ginὃtὃ da’e asese so niha silὃ mamalua amabu’ula linia sino ifabu’u khὃba nawὃnia niha.   Ta taromali Lowalangi andre ibe’e khὃda wa’aboto ba dὃdὃ wa Lowlangi Yehowa lὃ irai lὃ ifalua fefu sino ifabu’u ba niha samati khὃnia. Andrὃ bὃrὃ da’ὃ ikaoni ita Yehowa ena’ὃ faduhu dὃdὃda khὃ-Nia wa fefu sino ifabu’u hasambalὃ Ifalua ba ifalua ba niha samati ba silὃ farὃi khὃ-Nia.

 

1. Lowalangi Yehowa Ifalua Amabu’ula Li-Nia (ayat 43)

Ba ibe’e ba danga Ndraono Gizeraëli danõ ma’asagõrõ Yehowa, si no fahõlu ia khõ ndra tuara, ba wame’e khõra; ba lahalõ khõra ba mowanua ira ba da’õ.

Tanὃ Kana’na sino ibe’e Lowalangi ba danga ndraono Gizeraeli ma’asagὃrὃ tenga bὃrὃ wa’abὃlὃ ndraono Gizeraeli no buala Lowlangi Yehowa khὃra sino fahὃlu Ia wame’e.  Fawu’usa li Lowlangi khὃ Gaberahamo no ngautu fakhe wa’ara ifabu’u Lowalangi awena latema nga’ὃtὃnia, eluahania lowalangi Yehowa lὃ olifu Ia bu’u li-Nia ba niha.   Itaria tawai olifu Lowalangi ba wanema’ὃ  li wangandrὃda. He itaria ara itema angandrὃwada Lowalangi ba sindruhunia lὃ olifu Lowalangi bu’u li-Nia, a’oi itὃrὃ niwaὃ-Nia.

 

Jumat, 24 Juli 2026

Setiap orang yang mendengar dan tidak melupakan Taurat Tuhan adalah umat Tuhan, Keluaran 19:1-6

 Bahan PA


Pendahuluan

Setelah membebaskan bangsa Israel dari perbudakan Mesir, Allah membawa mereka ke Gunung Sinai untuk mengadakan perjanjian dengan mereka. Sebelum memberikan Taurat, Allah terlebih dahulu mengingatkan kasih karunia-Nya yang telah menyelamatkan mereka. Kemudian Allah menegaskan bahwa umat-Nya adalah mereka yang sungguh-sungguh mendengarkan firman-Nya dan berpegang pada perjanjian-Nya. Ketaatan bukanlah jalan untuk memperoleh keselamatan, melainkan buah dari keselamatan yang telah dianugerahkan Allah.

Berdasarkan Keluaran 19:1-6 kita belajar bahwa setiap orang yang mendengar dan tidak melupakan Taurat Tuhan adalah umat-Nya. Orang yang demikian dipanggil untuk hidup dekat dengan Tuhan, selalu mengingat kasih karunia-Nya, dan menaati firman-Nya sehingga menjadi harta kesayangan Allah, kerajaan imam, dan bangsa yang kudus.

 

1. Allah Memanggil Umat-Nya Datang kepada-Nya (Ayat 1-2)

Setelah dibebaskan dari perbudakan di Mesir, bangsa Israel tiba di Padang Gurun Sinai. Perjalanan mereka bukanlah suatu kebetulan, melainkan dipimpin langsung oleh Tuhan. Setelah berangkat dari Rafidim, mereka berkemah di depan Gunung Sinai, gunung tempat Allah akan menyatakan diri-Nya dan mengikat perjanjian dengan umat-Nya. Gunung Sinai menjadi tempat yang sangat penting dalam sejarah Israel, sebab di sanalah mereka akan menerima Taurat dan dipersiapkan menjadi umat kepunyaan Allah.

Demikian pula dengan orang percaya pada masa kini. Tuhan memanggil setiap orang yang telah menerima anugerah keselamatan untuk hidup dekat dengan-Nya. Kedekatan dengan Tuhan diwujudkan melalui ibadah, doa, membaca dan merenungkan firman-Nya, serta hidup dalam ketaatan. Umat Allah bukanlah mereka yang sekadar mengaku percaya, melainkan mereka yang datang kepada Tuhan dengan hati yang siap mendengar dan melakukan kehendak-Nya. Inilah langkah pertama menjadi umat Tuhan: datang kepada-Nya dan membuka hati untuk mendengar firman-Nya.

 

Kamis, 23 Juli 2026

Karya Allah Bagi Orang Pilihan-Nya Roma 8: 26-30

 Khotbah Minggu

 

 Pendahuluan

Kitab Roma ditulis oleh Rasul Paulus sekitar tahun 57-58 M kepada jemaat di Roma. Surat ini menjelaskan secara sistematis tentang Injil dan keselamatan oleh kasih karunia melalui iman kepada Yesus Kristus.

Pasal 8 menunjukan bahwa Allah tidak pernah membiarkan orang-orang pilihan-Nya menjalani hidup ini sendirian. Di tengah kelemahan, penderitaan, dan berbagai pergumulan, Allah terus berkarya dengan kasih dan kuasa-Nya untuk menggenapi rencana keselamatan yang telah ditetapkan sejak semula. Roma 8:26-30 memperlihatkan rangkaian karya Allah yang sempurna bagi umat-Nya: Roh Kudus menolong mereka dalam doa ketika mereka tidak tahu apa yang harus dipanjatkan, Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi-Nya, dan Allah menggenapi rencana kekal-Nya dengan memanggil, membenarkan, serta memuliakan mereka. Kebenaran ini menjadi dasar pengharapan yang teguh bagi setiap orang percaya bahwa hidup mereka senantiasa berada di dalam pemeliharaan dan rencana Allah yang tidak pernah gagal. Karena itu, melalui perikop ini kita akan melihat tiga karya Allah bagi orang pilihan-Nya, yaitu: 1.      Roh Kudus Menolong Orang Pilihan-Nya dalam Doa (Rm. 8:26–27), 2.      Allah Mendatangkan Kebaikan bagi Orang Pilihan-Nya (Rm. 8:28), dan 3.      Rencana Kekal Allah bagi Orang Pilihan-Nya (Rm. 8:29–30).


1.  Roh Kudus Menolong Orang Pilihan-Nya dalam Doa (Ayat 26-27)

 26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh  sendiri berdoa untuk kita  kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. 27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani,  mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa  untuk orang-orang kudus. 

Salah satu karya Allah yang luar biasa bagi orang pilihan-Nya adalah memberikan pertolongan melalui Roh Kudus ketika mereka berdoa. Dalam kelemahan manusia, sering kali orang percaya tidak mengetahui apa yang seharusnya didoakan atau bagaimana menyampaikannya kepada Allah. Namun, Allah tidak membiarkan umat-Nya berjuang sendiri. Kristus bertindak sebagai Pengantara di hadapan Bapa di surga (Rm. 8:34; 1Yoh. 2:1), sementara Roh Kudus menjadi Pengantara yang tinggal di dalam hati orang percaya di bumi. Roh Kudus menyertai setiap pergumulan, bahkan menerjemahkan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan menjadi doa yang berkenan kepada Allah. Kerinduan, desahan, dan harapan rohani yang muncul dalam hati orang percaya merupakan karya Roh Kudus yang terus mengarahkan mereka kepada penggenapan penebusan. Karena Roh Kudus berdoa sesuai dengan kehendak Allah, orang percaya dapat memiliki keyakinan bahwa Allah mendengar dan menjawab doa mereka menurut rencana-Nya yang sempurna. Dengan demikian, pertolongan Roh Kudus dalam doa merupakan bukti nyata kasih dan pemeliharaan Allah bagi orang-orang pilihan-Nya.

 

 2. Allah Mendatangkan Kebaikan bagi Orang Pilihan-Nya (ayat 28)

28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan  bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil  sesuai dengan rencana  Allah. 

Roma 8:28 menyatakan salah satu janji Allah yang paling menguatkan bagi orang percaya, khususnya ketika mereka menghadapi penderitaan. Allah bekerja dalam segala keadaan untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia dan yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya. Kebaikan yang dimaksud bukanlah selalu berupa kenyamanan, kesuksesan, atau terbebas dari masalah, melainkan proses Allah membentuk kehidupan orang percaya agar semakin serupa dengan Kristus dan pada akhirnya memperoleh kemuliaan bersama-Nya (Rm. 8:29). Janji ini diberikan secara khusus kepada mereka yang hidup dalam kasih kepada Allah dan telah menyerahkan diri kepada-Nya melalui iman kepada Yesus Kristus. Namun, frasa "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu" tidak boleh dipahami sebagai pembenaran terhadap dosa atau kelalaian manusia. Dosa tetap mendatangkan konsekuensi, tetapi dalam kasih karunia-Nya Allah sanggup memakai berbagai keadaan hidup, termasuk penderitaan dan kesulitan, untuk menggenapi tujuan-Nya yang baik bagi orang-orang pilihan-Nya. Dengan demikian, ayat ini menjadi sumber pengharapan yang meneguhkan bahwa tidak ada satu pun pengalaman hidup orang percaya yang berada di luar kendali dan pemeliharaan Allah.

3. Rencana Kekal Allah bagi Orang Pilihan-Nya (Ayat 29-30)

29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula ,  mereka juga ditentukan-Nya  dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya,  supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung  di antara banyak saudara. 30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula,  mereka itu juga dipanggil-Nya.  Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya.  Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Roma 8:29-30 menegaskan bahwa keselamatan orang percaya berakar pada rencana Allah yang kekal. Sejak semula Allah telah mengenal dan mengasihi umat-Nya serta menetapkan mereka untuk menjadi serupa dengan gambar Anak-Nya, Yesus Kristus. Pemilihan Allah bukan sekadar menunjuk kepada keselamatan, tetapi juga kepada proses pembentukan hidup agar semakin mencerminkan karakter Kristus. Karena itu, Allah memanggil mereka melalui Injil, membenarkan mereka oleh iman kepada Kristus, dan pada akhirnya akan memuliakan mereka sesuai dengan rencana-Nya yang sempurna. Rencana kekal ini menunjukkan bahwa seluruh karya keselamatan berasal dari inisiatif Allah dan digenapi oleh kuasa-Nya. Oleh sebab itu, orang percaya dipanggil untuk tetap tinggal di dalam Kristus, memelihara iman, dan hidup sebagai bagian dari tubuh Kristus sampai mencapai kemuliaan yang telah Allah sediakan.

Kesimpulan

Roma 8:26-30 menegaskan bahwa karya keselamatan Allah bagi orang pilihan-Nya adalah karya yang utuh dan sempurna. Allah tidak hanya menyelamatkan, tetapi juga menyertai, memelihara, membentuk, dan pada akhirnya memuliakan umat-Nya. Melalui pertolongan Roh Kudus dalam doa, pemeliharaan Allah yang mendatangkan kebaikan di dalam segala keadaan, serta rencana kekal-Nya yang membawa orang percaya menjadi serupa dengan Kristus, kita memiliki kepastian bahwa tidak ada satu pun yang dapat menggagalkan maksud Allah bagi kehidupan orang-orang yang mengasihi-Nya. Oleh karena itu, marilah kita tetap setia hidup di dalam Kristus, bertekun dalam iman, dan menyerahkan seluruh hidup kepada Allah, sebab Dia yang telah memulai pekerjaan yang baik di dalam kita akan menyempurnakannya sampai pada hari Kristus Yesus (Flp. 1:6).

Oleh:Pdt. Juliman Harefa

 

Sabtu, 18 Juli 2026

Hari Sukacita Bagi Umat Tuhan. Ester 9:15-19

 

Khatbah Minggu 19 JULI 2026




Pendahuluan

Peristiwa ini terjadi di Susan (Susa), ibu kota Kerajaan Persia, pada masa pemerintahan Raja Ahasyweros Pada zaman Ester, banyak orang Yahudi masih hidup di negeri perantauan (diaspora) di bawah pemerintahan Persia. Walaupun masa pembuangan secara resmi telah berakhir melalui dekret Koresh, tidak semua orang Yahudi kembali ke Yerusalem. 

Ester 9:11–19 menceritakan tentang kemenangan orang Yahudi atas musuh-musuh mereka yang kemudian menjadi dasar penetapan Hari Raya Purim. Kata Purim berasal dari bahasa Ibrani pur, yang berarti "undi", yaitu undian yang dilemparkan Haman untuk menentukan hari pemusnahan orang Yahudi (Est. 3:7). Hari Raya Purim ditetapkan sebagai peringatan atas pembebasan umat Yahudi dari rencana jahat Haman dan para pengikutnya yang hendak memusnahkan mereka di Kerajaan Persia. Haman, yang menjabat sebagai pejabat tertinggi setelah raja, telah menyusun rencana untuk membinasakan seluruh bangsa Yahudi. Namun, melalui keberanian Ratu Ester dan hikmat Mordekhai, serta penyelenggaraan Allah yang bekerja di balik setiap peristiwa, rencana jahat itu digagalkan. Sebaliknya, orang Yahudi memperoleh kemenangan atas musuh-musuh mereka di seluruh wilayah kerajaan. Kemenangan tersebut kemudian dikenang melalui penetapan Hari Raya Purim sebagai ungkapan syukur atas perlindungan, pemeliharaan, dan penyelamatan Allah terhadap umat-Nya.

Berdasarkan Ester 9:11–19, kita akan melihat bagaimana Allah bekerja bagi umat-Nya melalui tiga kebenaran penting. Pertama, perlindungan Tuhan yang memberi kemenangan (ayat 11–14), yang menunjukkan bahwa Allah membela dan menyelamatkan umat-Nya dari ancaman musuh. Kedua, kemenangan yang menghadirkan sukacita (ayat 15–17), di mana pertolongan Tuhan membawa keamanan, perhentian, dan damai bagi umat-Nya. Ketiga, merayakan kemenangan dengan sukacita (ayat 18–19), yaitu respons iman umat Tuhan yang mengungkapkan syukur melalui perjamuan, sukacita, dan berbagi dengan sesama. Melalui ketiga kebenaran ini, kita diajak untuk semakin percaya kepada pemeliharaan Tuhan dan senantiasa hidup dalam sukacita serta ucapan syukur atas karya keselamatan-Nya.

1. Perlindungan Tuhan yang Memberi Kemenangan (ayat 11-14)

11 Pada hari itu juga jumlah orang-orang yang terbunuh di dalam benteng Susan disampaikan ke hadapan raja. 12 Lalu titah raja kepada Ester, sang ratu: "Di dalam benteng Susan saja orang Yahudi telah membunuh dan membinasakan lima ratus orang beserta kesepuluh anak Haman. Di daerah-daerah kerajaan yang lain, entahlah apa yang diperbuat mereka. Dan apakah permintaanmu sekarang? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu lagi? Niscaya dipenuhi. " 13 Lalu jawab Ester: "Jikalau baik pada pemandangan raja, diizinkanlah kiranya kepada orang Yahudi yang di Susan untuk berbuat besokpun sesuai dengan undang-undang untuk hari ini, dan kesepuluh anak   Haman itu hendaklah disulakan   pada tiang." 14 Rajapun menitahkan berbuat demikian; maka undang-undang itu dikeluarkan di Susan dan kesepuluh anak Haman disulakan  orang.

 

Ester 9:11-14 adalah bukti perlindungan Tuhan atas umat-Nya melalui Ester pada Ester,   pada hari kemenangan orang Yahudi itu di benteng Susan, jumlah musuh yang terbunuh dilaporkan kepada Raja Ahasyweros. Raja kemudian memberitahukan kepada Ratu Ester bahwa orang Yahudi telah membunuh 500 orang di Susan, termasuk kesepuluh anak Haman, lalu bertanya apakah masih ada permintaan lain yang diinginkan Ester. Ester memohon agar orang Yahudi di Susan diizinkan melanjutkan pembelaan diri pada hari berikutnya sesuai titah raja, serta agar mayat kesepuluh anak Haman digantung pada tiang sebagai tanda hukuman. Raja mengabulkan permintaan itu, mengeluarkan titah di Susan, dan mayat kesepuluh anak Haman pun digantung, sehingga kemenangan orang Yahudi semakin ditegaskan dan ancaman dari para musuh mereka benar-benar diakhiri.

Ester 9:11–14 menegaskan bahwa Allah adalah Pelindung umat-Nya yang setia dan berdaulat atas sejarah, sekalipun nama-Nya tidak disebutkan secara langsung dalam kitab Ester. Melalui keberanian dan hikmat Ester serta keputusan Raja Ahasyweros, Allah membalikkan keadaan dari ancaman kebinasaan menjadi kemenangan dan keamanan bagi umat-Nya. Kemenangan ini bukan semata-mata hasil kekuatan manusia, melainkan bukti penyelenggaraan (providensia) Allah yang bekerja di balik setiap peristiwa untuk menggenapi rencana-Nya. Hukuman terhadap musuh-musuh Israel juga menunjukkan bahwa Allah adalah Hakim yang adil, yang membela umat-Nya dan menegakkan keadilan terhadap kejahatan. Karena itu, orang percaya dipanggil untuk tetap percaya kepada pemeliharaan dan perlindungan Allah, sebab Dia sanggup bekerja melalui berbagai cara dan pribadi untuk menyelamatkan umat-Nya sesuai dengan kehendak-Nya.

Kamis, 09 Juli 2026

Saling Menolong. 3 Yohanes 1:5-8

 Khotbah Minggu



Pendahuluan

Surat 3 Yohanes ditulis oleh Rasul Yohanes kepada seorang percaya bernama Gaius. Ia dikenal sebagai pribadi yang setia menerima dan menolong para pelayan Injil yang sedang melakukan perjalanan pelayanan.

Pada waktu itu muncul seorang pemimpin jemaat bernama Diotrefes yang menolak menerima para pelayan Tuhan, bahkan menghalangi orang lain untuk membantu mereka. Sebaliknya, Gaius dipuji karena keramahannya dan kesediaannya mendukung pekerjaan Injil. Surat ini mengajarkan bahwa setiap orang percaya dipanggil bekerja sama dan saling menopang dalam pelayanan.

 

Khotbah

1. Menolong Pelayan Tuhan Ayat 5

5 Saudaraku yang kekasih, engkau bertindak sebagai orang percaya , di mana engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara,  sekalipun mereka adalah orang-orang asing. 

Pada pendahuluan kitab ini dijelaskan bahwa ada oknum yang menolak menolong para hamba Tuhan yang memberitakan Injil dala pelayanan dan perjalanan mereka tetapi Yohanes memuji seorang yang bernama Gaius karena kesetiaanya kepada Tuhan terlihat melalui kepeduliannya kepada saudara-saudara seiman, bahkan kepada orang yang sebelumnya tidak dikenalnya. Iman sejati selalu menghasilkan tindakan kasih, Ia menolong para hamba Tuhan yang memberitakan Injil.

Gaius membantu para hamba Tuhan dengan membukan ruahnya dan memberi tumpangan dalam perjalanan para pemberita Injil karena pada masa itu belum ada penginapan tempat menginap bagi orang yang melakukan perjalanan.  Bahkan Gaius memberi bekal kepada para hamba Tuhan tersebut ketika mereka melanjutkan perjalanan pelayanan mereka (ayat 5 dan 6).

Gaius merupakan teladan bagi kita dimasa kini bahwa menolong dan membantu para hamba Tuhan dalam pelayanan merupakan bukti kesetiaan kepada Tuhan dan pekerjaan-Nya.

FAMOLALA TÖDÖ ZINUMANA. V Moze 15:6-11

 


Lala Geraera ba PA

FAMOBÖRÖ

Ba daromali ni'angerönusida ma'ökhö andre ifarou ita ba wangoro'ö tangada ba wanolo niha sitosasa, sambö soguna. Andrõ moguna ta sofu ba dõdõda:

1.      Hadia so wehululu dödöda ba wanolo zitosasa?

2.      Hadia, wa fa'ahakhö dödö ba nawö, ba no sambua tandra wa yaita no sisara lal wamati khõ nawõda ?

V Moze 15:6–11 no sambua zura goroisa Lowalangi khö moze fatua lö larugi danö si no ihonogöi khöra Lowalangi.  Faza 15 andre no sambua zura sama'ema fangefa: fefu gömö teheta faböi afökhö dödö si tosasa. Ba ayati 6–11, ba da'e oroma khöda wa ohitö dödö Lowalangi ena'ö böi mu'osiwawöi niha sinumana.

I. ANGOSISILA

1. Howuhowu nitemada no buala Lowalangi (ayati 6)

6 No’a sa ibe’e khõu howuhowu andrõ Lowalangiu, Yehowa, si mane nifabu’unia khõu, tobali oya soi nibe’eu nifalali; ba ya’ugõ, ba alakha lõ õfalali gana’a, ba oya soi dania zi so barõ mbawau; ba lõ’õ sa si mõi ndra’ugõ barõ mbawa.

Dae sitobali dane-dane khöda ba wanolo awöda niha gulidanö ya’ia menotatema buala sino ifabu’u khöda Lowalangi. Ba Ayati 6 andre, ibotokhi ba dödöda wa moroi khö Lowalangi howuhowu, andrö börö da’ö ba niha samati khönia si no manema howuhowu, tekaoni ba wanohugö  howuhowu andrö ba niha sitosasa, tenga ha sanema howuhowu Lowalangi manö ita.  Okhöta nibe’e Lowalangi khöda ba no ndrela ba wanolo awöda. Naso khöda böi tobali fayawasada ba nawöda niha. Yehowa ba Ihöndrögö sa zifayawa tödö me mo okhöta Ia, ba l'ebua'ö dödö-Nia ba zangidendide'ö ya'ia.

Kamis, 25 Juni 2026

Kasih yang Menggembirakan dan Menguatkan. Filemon 1:4-7.

 

Khotbah Minggu

Pendahuluan                                                            

Surat Filemon ditulis oleh Paulus sekitar tahun 60–62 M ketika ia berada di dalam penjara. Filemon adalah seorang rekan sekerja Paulus yang memiliki seorang hamba bernama Onesimus. Onesimus melarikan diri dari Filemon dan kemungkinan telah merugikannya. Dalam pelariannya ke Roma, Onesimus bertemu dengan Paulus, bertobat, dan menjadi pengikut Kristus serta rekan pelayanan Paulus. Namun, Paulus menyadari bahwa hubungan antara Onesimus dan Filemon perlu dipulihkan. Karena itu, Paulus mengirim Onesimus kembali kepada Filemon dengan sebuah surat yang berisi permohonan agar ia diterima kembali, bukan sebagai budak, melainkan sebagai saudara seiman yang terkasih di dalam Tuhan. Dari Kitab Filemon Filemon 1:4-7 kita belajar:

Khotbah

1. Iman yang Bertumbuh dalam Kasih (Ay. 4–5) Paulus bersyukur karena Filemon memiliki iman yang sungguh kepada Kristus. Iman yang benar tidak hanya menjadi pengakuan, tetapi menghasilkan kasih yang nyata kepada sesama, termasuk kesediaan untuk mengampuni dan menerima kembali Onesimus sebagai saudara seiman. 2. Kasih yang Dinyatakan Melalui Perbuatan (Ay. 6) 2. Kasih yang lahir dari iman harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui perbuatan baik, pelayanan, dan kepedulian kepada sesama, orang percaya semakin mengalami kebaikan Tuhan dan membangun persekutuan yang semakin kuat. 3. Kasih yang Menghibur dan Menguatkan (Ay. 7) Kasih Filemon membawa sukacita, penghiburan, dan kekuatan bagi banyak orang, termasuk Paulus. Kehidupan yang dipenuhi kasih Kristus akan menjadi berkat yang menyegarkan dan menguatkan sesama dalam menjalani kehidupan dan pelayanan.

 

Pagi Subuh yang Sunyi

  Di Tengah Pagi yang Sunyi "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya....