Jumat, 19 Juni 2026

Pemeliharaan Allah yang Universal. Kejadian 21:8-21

 

Bahan Khotbah Minggu

8 Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu. 9 Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri. 10 Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak." 11 Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu. 12 Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. 13 Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu." 14 Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. 15 Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, 16 dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. 17 Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. 18 Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar." 19 Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. 20 Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah. 21 Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.

 

Pendahuluan

Pemeliharaan Allah adalah salah satu tema besar dalam Alkitab. Sering kali manusia menganggap bahwa Allah hanya memperhatikan orang-orang tertentu atau hanya bekerja bagi mereka yang hidup dalam keadaan baik. Namun, Kejadian 21:8-21 memperlihatkan bahwa pemeliharaan Allah melampaui batas-batas yang sering dibuat manusia. Dalam bagian ini, Allah bukan hanya memelihara Ishak sebagai anak perjanjian, tetapi juga memperhatikan Hagar dan Ismael yang sedang menderita di padang gurun.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa kasih dan pemeliharaan Allah bersifat universal. Ia melihat penderitaan manusia, mendengar jeritan mereka, dan bertindak menurut kasih serta rencana-Nya.

1. Allah Memelihara di Tengah Penolakan dan Penderitaan (Ayat 8-14)

8 Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu. 9 Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri. 10 Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak." 11 Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu. 12 Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. 13 Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu." 14 Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.

 

Ketika Abraham mengadakan perjamuan besar. Pada saat itu, Sara melihat Ismael mengejek Ishak sehingga ia meminta Abraham mengusir Hagar dan Ismael.

Permintaan itu sangat menyedihkan hati Abraham karena Ismael juga adalah anaknya. Namun Allah menyuruh Abraham mendengarkan Sara karena melalui Ishaklah keturunan perjanjian akan diteruskan. Meskipun demikian, Allah juga memberikan janji bahwa Ismael akan dijadikan bangsa yang besar.

Hal ini menunjukkan bahwa sekalipun Hagar dan Ismael harus meninggalkan rumah Abraham, mereka tidak ditinggalkan oleh Allah. Pemeliharaan Tuhan tidak bergantung pada keadaan yang menyenangkan atau posisi sosial seseorang.

 

2. Allah Mendengar Seruan Orang yang Menderita (Ayat 15-19)

15 Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, 16 dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. 17 Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. 18 Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar." 19 Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.

Di padang gurun, bekal air Hagar habis. Ia meletakkan Ismael di bawah semak-semak karena tidak sanggup melihat anaknya mati kehausan. Hagar menangis dengan putus asa.

Namun Alkitab mencatat bahwa Allah mendengar suara anak itu. Malaikat Tuhan memanggil Hagar dari langit dan berkata agar ia tidak takut, sebab Allah telah mendengar tangisan Ismael.

Kemudian Allah membuka mata Hagar sehingga ia melihat sebuah sumur. Dari sana mereka memperoleh air dan diselamatkan dari kematian.

Peristiwa ini memperlihatkan bahwa Allah bukan hanya melihat kebutuhan manusia, tetapi juga bertindak menyediakan jalan keluar pada waktu yang tepat.

 

 

3. Allah Memelihara Semua Orang Sesuai dengan Rencana-Nya (Ayat 20-21)

20 Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah. 21 Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.

 

Allah menyertai Ismael ketika ia bertumbuh dewasa. Ia tinggal di padang gurun, menjadi seorang pemanah, dan kemudian ibunya mengambil seorang istri baginya dari Mesir.

Meskipun Ismael bukan pewaris perjanjian yang diberikan kepada Abraham melalui Ishak, Allah tetap setia pada janji-Nya untuk menjadikannya bangsa yang besar.

Pemeliharaan Allah kepada Ismael mengajarkan bahwa kasih dan perhatian-Nya tidak terbatas hanya pada satu kelompok manusia. Allah tetap bekerja dalam kehidupan banyak orang sesuai dengan tujuan dan rencana-Nya yang berdaulat.

 

Kesimpulan

Kejadian 21:8–21 mengajarkan bahwa Allah adalah Allah yang memelihara. Di tengah penolakan, keputusasaan, dan ancaman kematian, Ia hadir memberikan pertolongan dan pengharapan.

Pemeliharaan Allah yang universal tampak dalam tiga hal:

  1. Allah memelihara di tengah penolakan dan penderitaan.
  2. Allah mendengar seruan orang yang menderita dan menyediakan jalan keluar.
  3. Allah memelihara semua orang sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya.

Bagi setiap orang percaya, bagian ini menjadi pengingat bahwa tidak ada situasi yang terlalu sulit bagi Allah. Dia melihat, mendengar, dan tetap bekerja memelihara kehidupan menurut kasih dan hikmat-Nya. Oleh sebab itu, marilah kita hidup dengan iman yang teguh dan percaya kepada pemeliharaan Allah yang tidak pernah gagal.

Aplikasi

1.      Sering kali kita mengalami penolakan, kehilangan, atau situasi yang tidak kita inginkan. Namun, keadaan tersebut tidak berarti Allah meninggalkan kita. Ia tetap bekerja memelihara kehidupan umat-Nya.

2.      Ketika jalan keluar tampaknya tidak ada, Allah sanggup membuka mata kita untuk melihat pertolongan yang telah Ia sediakan. Ia mendengar doa dan jeritan umat-Nya.

3.      Orang percaya dipanggil untuk mencerminkan karakter Allah yang penuh kasih dan tidak membatasi perhatian hanya kepada kelompok tertentu. Kita juga dipanggil untuk menjadi saluran berkat bagi semua orang.

 

 

 

Carilah Dahulu Kerajaan Allah dan Kebenaran-Nya. Matius 6:25–34

 Bahan Pendalaman Alkitab (PA)

 



Hal kekuatiran

6:25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir   akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? 6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? 6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani   rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? 6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

 

Pendahuluan

Kehidupan manusia sering dipenuhi dengan berbagai kekuatiran. Kekuatiran tentang kebutuhan sehari-hari, masa depan, kesehatan, pekerjaan, pendidikan anak, maupun keadaan ekonomi sering kali menguasai pikiran sehingga mengurangi sukacita dan damai sejahtera. Dalam Matius 6:25-34, Tuhan Yesus memberikan pengajaran yang sangat penting bahwa anak-anak Allah tidak boleh hidup dikuasai oleh kekhawatiran, melainkan harus mengutamakan Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Janji Tuhan sangat jelas: ketika kita menempatkan Allah sebagai prioritas utama, Ia sendiri yang akan memelihara dan mencukupkan kebutuhan hidup kita.

MUOFŐNAIŐ WANGALUI BANUA LOWALANGI AWO WA'ATULŐ DÖDÖ Matai'o 6:25-34

 Huhuo ba PA


Matai'o 6:25-34

25 V. Andrõ uwa’õ khõmi; Bõi mi’abusi tõdõ nosomi, hadia mbalazomi, ba ma botomi, hadia nukhami. Tenga no ebua noso, moroi ba gõ, ba tenga no ebua mboto, moroi ba nukha?26 Mifaigi wofo andrõ, ba dalu mbanua, lõ manaru ira ba lõ mamasi, lõ mangõhõna ba halasa ira, ba ibalazoi ira Amami andrõ, si so ba zorugo. Tenga no arõu faehu ami wofo? 27 Ba ha niha ba khõmi zangila mondrou’õ fa’anau nosonia samba si’u, na i’abusi tõdõ? 28 Ba ba nukha, ba hana wa mi’abusi tõdõ? Mitõngõni ladari mbõhõ andrõ ba danõ, he wisa wanõinia, lõ mohalõwõ ia, lõ managu. 29 Ba uwa’õ khõmi, lõ si manõ wa’asõkhi nukha Zelomo, ba lakhõminia andrõ fefu, si mane nukha zi sara da’õ. 30 Ba na imanõ Lowalangi wamonukha du’u ba danõ, si so ma’õkh? andre, nitibo’õ ba galitõ mahemolu, ba tenga mendrua manõ imanõ khõmi, ya’ami sambõ famati? 31 Andrõ bõi mibusi dõdõmi ba bõi miwa’õ: Ha ma’a? ma: ha mabadu? ma: ha ma’onukha? 32 A’oi sa ni’alui niha baero da’õ fefu; no’a sa i’ila Amami andrõ, ba zorugo, wa soguna khõmi da’õ fefu. 33 Mi’ofõnai’õ wangalui banua Lowalangi andrõ, awõ wa’atulõ dõdõ andrõ khõnia, ba tebe’e nõnõnõnõ dania khõmi da’õ fefu 34 Andrõ bõi mi’abusi tõdõ zoguna mahemolu; mahemolu tesõndra lala zabu dõdõ mahemolu. Noa manõ wamakao zi sarasara ngaluo.

 

FAMOBÖRÖ

Sura Matai’ö ba nisura me döfi 60-90 Masehi itutunö wa Yesu andrö Mesia Ono Lowalangi samae’ma banua Lowalangi, Faza 6 andre famahaö Yesu ba hili (Faza 5-7), famahaö fa’auri Banua Lowalangi  ba faza 6: 25-34 andre ifahaö ita wa banua Lowalangi tenga ha soroma moroi baero manö no sa fa’atulö dödö tanö föna Lowalangi ni’ofönaiö.

Oya mano niha ba gulidanö andre zarörő tödő, awő zangosiwawõi wangalui banua Lowalangi ba simanö göi wolau si lö atulő tödő khö nawönia niha. Me no ambo fangalui banua Lowalangi awo wa'atulő dödő irege lö falukha howuhowu si'otarai Lowalangi. Me no simanő, hadia zalua? Ambő fa'aro dödő alua fangiwa dödö ba fa'aombö dödő. Börö da'ö, andro wa ifarou dödő ba zura andre ena'o mululu wa auri ba wangofönai'ö wangalui banua Zo'aya ba simanő göi wa'atulö dödő molo'o nibasoda andre.

Ba ginötö andre   ato  niha ba gulidanö andre zarörő tödő  awő wangositengagö wangalui banua Lowalangi awö wolau si lö atulő tödő khö Lowalangi he göi khö nawönia niha gulidanö. Me arörö dödö ba he göi ba wangositengagö fangalui banua Lowalangi awo wa'atulő dödő irege lö falukha howuhowu  ba harazaki si'otarai Lowalangi. Andrö wa dania alua wa’ambö fa'aro dödő alua fangiwa dödö ba fa'aombö dödő.

Andro wa ifarou dödő ba zura andre ena'o so fangesa tödö ba fangosia’agö  ba wangofönai'ö wangalui banua Zo'aya ba simanő göi wa'atulö dödő molo'o nibasoda andre. Da ta’erenusi taromali Lowalangi andre ena’ö fefu soguna khöda nönö andrö tola tatema’ö moroi khö Lowlangi.

 

Minggu, 14 Juni 2026

Te’atulὃ’ὃ Bὃrὃ Wamati. Galatia 2:15-21

 

Te’atulὃ’ὃ Bὃrὃ Wamati

Galatia 2:15-21

15 Ya’ita, ba no to’ua niha Yehuda, ba tenga si so horõ, nga’õtõ niha baero. (Efes. 2, 3 b. t.).

16 Ba me no ta’ila, wa tenga moroi ba wolo’õ oroisa atulõ niha, iwa’õ Lowalangi, ha moroi ba wamati andrõ, khõ Keriso Yesu; ba no mamati ita, khõ Keriso Yesu, ena’õ atulõ ita, iwa’õ Lowalangi, moroi ba wamati andrõ, khõ Keriso, ba tenga moroi ba wolo’õ oroisa, me samõsa lõ’õ, satulõ, iwa’õ Lowalangi, moroi ba wolo’õ oroisa. (F. 3, 11. Hal. zin. 15, 10. 11. Rom. 3, 20. 28; 4, 5).

17 Ba na no oroma, wa no niha si so horõ gõi ita, ya’ita sangalui ena’õ atulõ ita, iwa’õ Lowalangi, ba khõ Keriso, ba ma no sanolo ba horõ Keriso? Bõi si manõ!

18 Na ufuli sa ufazõkhi zi no ududugõ, ba tobali solalõ ndra’o ube’e.

19 Ya’o sa, ba si no mate ba goroisa andrõ, moroi ba goroisa, ena’õ khõ Lowalangi auri ndra’o. (F. 6, 14; Rom. 7, 4; 6, 4—6).

20 No muforõfa ndra’o, awõ Keriso; auri ndra’o, ba tenga sa’ae ya’o, Keriso zauri ba dõdõgu. Ba fa’aurigu iada’e, ba mboto andre, ba no fa’auri ba wamati khõ Nono Lowalangi, si no mangomasi’õ ya’o, si no mame’e salahigu ya’ia. (Kor. II. 13, 5; 5, 15. 17. Gal. 1, 4).

21 Lõ u’ositengagõ wa’ebua dõdõ Lowalangi andrõ; na moroi ba goroisa wa’atulõ dõdõ andrõ mena’õ, ba no zayazaya gõlõ, wa no mate Keriso. (Heb. 7, 11).

 

Famobὃrὃ

Tuho Migu andre khὃda “Te’atulὃ’ὃ Bὃrὃ Wamati”, ba sura Galatia 2:15-21 andre. Faulo itutunὃ khὃda geluha te’atulὃ’ὃ yaia fangatulὃda siotarai Lowalangi, yaia wa niha samati te’atulὃ’ὃ bὃrὃ wamati nia khὃ Yesu Keriso.  Bὃrὃ meno te’atulὃ’ὃ andrὃ wa tatema fangorifi (keselamatan) moroi khὃ Yesu Keriso.

Tuho tefa’ema ba mbanua Galatia andre bὃrὃ me so famahao silὃ atulὃ sangumaὃ wa fangorifi soroi khὃ Lowangi tola tatema na tafalua gὃi goroisa.   Ifaduhὃ Faulo wa samὃsa lὃ ni’atulὃ’ὃ bὃrὃ goroisa andre baero famati khὃ Yesus keriso.

Asese alua ba ginὃtὃda andre wa so manὃ niha samati ba he gὃi niha baero sangumaὃ wa bὃrὃ amuata nia wa tola isὃndra fangorifi soroi Lowalangi.  Sindruhunia amuata sisὃkhi andrὃ bua-bua wamati boro me no tatema fangorifi (keselamatan) soroi Lowalangi ma niha sinὃ manema fangorifi (keselamatan) I’oromaὃ bua-bua wamati yai’ia amuat sisὃkhi.

 

Huhuo

1. Te’atulὃ’ὃ Bὃrὃ Wamati (Ayati 15-16)

Ibὃrὃgὃ famahaὃnia Faulo wangumaὃ wa yaia niha Yehuda, tumbu ia ba nga’ὃtὃ niha Yehuda ba ebua ia ba wamahaὃ moroi goroisa.  Dali wa aniha tola so khὃnia fayawasa menaὃ fayawasa me nga’ὃtὃ Aberahamo ia, sangila amakhoita ba niha farizaio gὃi ia, ba fefu da’ὃ tebali tobali dane-dane fayawasa, fangatulὃ ba fangorifida (keselamatan).

Ifaduhu’ὃ Faulo wa Ayati 16 Ba me no ta’ila, wa tenga moroi ba wolo’õ oroisa atulõ niha, iwa’õ Lowalangi, ha moroi ba wamati andrõ, khõ Keriso Yesu; ba no mamati ita, khõ Keriso Yesu, ena’õ atulõ ita, iwa’õ Lowalangi, moroi ba wamati andrõ, khõ Keriso, ba tenga moroi ba wolo’õ oroisa, me samõsa lõ’õ, satulõ, iwa’õ Lowalangi, moroi ba wolo’õ oroisa. Ba lala wa’auri Waulo aboto ba ddnia wa ba wolo’ oroisa l tesndra fangefa hor ba he gi fangorifi (keselamatan).  Goroisa moguna ba wame’e fa’aboto ba dd niha samati kh Yesu  wa niha andr no sebua hor andr wa moguna fangorifi soroi Yesu Keriso.

 

Jumat, 12 Juni 2026

SATULŐ TÖDŐ BA WAMATINIA AURI IA. Habakuki 2: 1-5

 

Bahan PA 

FAMOBÖRÖ

Habakuki ere lowalangi so halὃwὃ ba mbanua Gizeraeli fatua lὃ tetibo ira ba Babeli, eluaha tὃi Habakuki ba li Heberai’o ḥābaq (italagui=memeluk). Molo’ὃ Marthin Luther eluaha tὃi  Habakuki andre yai’a da’ö; sanalagui mbanuania ba wangaro’ὃ tὃdὃra ba  ba wondrara dὃdὃra.

Habakuki no enoni Zo'aya sama’ele'ő, sabutödö ba wa'awuwu ndraono Gizeareli ba wamati khö Zo'aya. Habakuki  mangandrö ia khö Lowalangi ena'ö ifonndrondrongo, itolo. ifolala dödö ba ngawalö wamakao salua ba ndraono Gizerali. Mangarö ba mangandrö Habakuki khö Zoaya ena'ö banua ndraono Gizareali falukha mangawuli wa'ahakhö dödő Zo'aya ba lö ifalua wõnu-Nia khöra.

Imane amaedola ba nono niha: Ama wa’atuatua fanofu.

Tebe’e wa aboto ba dὃdὃda wa Habakuki ere somasi manofu khὃ Lowalangi. Bὃrὃ me i’ila alua wa  lὃ atulὃ, famakao, niha samu’i itugu abὃlὃ ba mokhὃ (1:2-4,9-11). Andrὃ wa i’angarὃfili Lowalangi; “Hana wa lὃ hedehed’U Soaya ?.” Fanema li soroi Lowalangi; wa “ikaoni” soi Babeli (Kasdim) tobali nudu ba banua Gizeraeli ba wanguhuku ya’ira.  Manofu zui Habakuki khὃ Lowalangi hana wa i’oguna’ὃ soi bὃ’ὃ ba wanguhuku banua Gizeraeli andrὃ ?.  Ohitὃ dὃdὃ Lowalangi ba da’e ena’ὃ mangesa dὃdὃra.

Ba ba ginotὃ nitehe Lowalangi ba ifalua gὃi dania wanguhuku soi Babeli andrὃ bὃrὃ me abὃlὃbὃlὃ sibai wolaura zafὃkhὃ ba ndraono Gizraeli.

 

Kamis, 11 Juni 2026

Dibenarkan oleh karena Iman. Galatia 2:15-21

Khotbah Ibadah Minggu



Yang terutama, juga untuk orang Kristen keturunan Yahudi

15Menurut kelahiran  kami adalah orang Yahudi dan bukan orang berdosa  dari bangsa-bangsa lain. 16Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat,  tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus.   Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman  dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.

17 Tetapi jika kami sendiri, sementara kami berusaha untuk dibenarkan dalam Kristus ternyata adalah orang-orang berdosa,  apakah hal itu berarti, bahwa Kristus adalah pelayan dosa? Sekali-kali tidak.  18 Karena, jikalau aku membangun kembali apa yang telah kurombak, aku menyatakan diriku sebagai pelanggar hukum Taurat. 19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat  , supaya aku hidup untuk Allah.  Aku telah disalibkan dengan Kristus ;

20namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah  yang telah mengasihi aku  dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.  21 Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat,  maka sia-sialah kematian Kristus.

Pendahuluan

Tema minggu ini adalah “Dibenarkan oleh karena Iman”, Dalam konteks Galatia 2:15–21, Paulus pertama-tama berbicara tentang pembenaran, yaitu tindakan Allah yang menyatakan orang berdosa benar karena iman kepada Kristus. Setelah seseorang dibenarkan, ia memperoleh keselamatan dan hidup yang baru di dalam Kristus. “Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus.” (Galatia 2:16)

Pemeliharaan Allah yang Universal. Kejadian 21:8-21

  Bahan Khotbah Minggu 8 Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu...