Khotbah
Minggu
Pendahuluan
Kitab Roma ditulis oleh Rasul Paulus sekitar
tahun 57-58 M kepada jemaat di Roma. Surat ini menjelaskan secara sistematis
tentang Injil dan keselamatan oleh kasih karunia melalui iman kepada Yesus
Kristus.
Pasal 8 menunjukan bahwa Allah tidak pernah
membiarkan orang-orang pilihan-Nya menjalani hidup ini sendirian. Di tengah
kelemahan, penderitaan, dan berbagai pergumulan, Allah terus berkarya dengan
kasih dan kuasa-Nya untuk menggenapi rencana keselamatan yang telah ditetapkan
sejak semula. Roma 8:26-30 memperlihatkan rangkaian karya Allah yang sempurna
bagi umat-Nya: Roh Kudus menolong mereka dalam doa ketika mereka tidak tahu apa
yang harus dipanjatkan, Allah bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan
bagi mereka yang mengasihi-Nya, dan Allah menggenapi rencana kekal-Nya dengan
memanggil, membenarkan, serta memuliakan mereka. Kebenaran ini menjadi dasar
pengharapan yang teguh bagi setiap orang percaya bahwa hidup mereka senantiasa
berada di dalam pemeliharaan dan rencana Allah yang tidak pernah gagal. Karena
itu, melalui perikop ini kita akan melihat tiga karya Allah bagi orang
pilihan-Nya, yaitu: 1. Roh Kudus Menolong Orang Pilihan-Nya dalam Doa
(Rm. 8:26–27), 2. Allah Mendatangkan Kebaikan bagi Orang
Pilihan-Nya (Rm. 8:28), dan 3. Rencana Kekal Allah bagi Orang Pilihan-Nya (Rm.
8:29–30).
1. Roh Kudus
Menolong Orang Pilihan-Nya dalam Doa (Ayat 26-27)
26 Demikian juga Roh membantu kita dalam
kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa;
tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada
Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. 27 Dan Allah yang
menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu
bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk
orang-orang kudus.
Salah satu karya Allah yang
luar biasa bagi orang pilihan-Nya adalah memberikan pertolongan melalui Roh
Kudus ketika mereka berdoa. Dalam kelemahan manusia, sering kali orang percaya
tidak mengetahui apa yang seharusnya didoakan atau bagaimana menyampaikannya
kepada Allah. Namun, Allah tidak membiarkan umat-Nya berjuang sendiri. Kristus
bertindak sebagai Pengantara di hadapan Bapa di surga (Rm. 8:34; 1Yoh. 2:1),
sementara Roh Kudus menjadi Pengantara yang tinggal di dalam hati orang percaya
di bumi. Roh Kudus menyertai setiap pergumulan, bahkan menerjemahkan
keluhan-keluhan yang tidak terucapkan menjadi doa yang berkenan kepada Allah.
Kerinduan, desahan, dan harapan rohani yang muncul dalam hati orang percaya
merupakan karya Roh Kudus yang terus mengarahkan mereka kepada penggenapan
penebusan. Karena Roh Kudus berdoa sesuai dengan kehendak Allah, orang percaya
dapat memiliki keyakinan bahwa Allah mendengar dan menjawab doa mereka menurut
rencana-Nya yang sempurna. Dengan demikian, pertolongan Roh Kudus dalam doa
merupakan bukti nyata kasih dan pemeliharaan Allah bagi orang-orang
pilihan-Nya.
2. Allah
Mendatangkan Kebaikan bagi Orang Pilihan-Nya (ayat 28)
28 Kita tahu sekarang, bahwa
Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi
mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai
dengan rencana Allah.
Roma 8:28 menyatakan salah
satu janji Allah yang paling menguatkan bagi orang percaya, khususnya ketika
mereka menghadapi penderitaan. Allah bekerja dalam segala keadaan untuk
mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia dan yang terpanggil sesuai
dengan rencana-Nya. Kebaikan yang dimaksud bukanlah selalu berupa kenyamanan,
kesuksesan, atau terbebas dari masalah, melainkan proses Allah membentuk
kehidupan orang percaya agar semakin serupa dengan Kristus dan pada akhirnya
memperoleh kemuliaan bersama-Nya (Rm. 8:29). Janji ini diberikan secara khusus
kepada mereka yang hidup dalam kasih kepada Allah dan telah menyerahkan diri kepada-Nya
melalui iman kepada Yesus Kristus. Namun, frasa "Allah turut bekerja dalam
segala sesuatu" tidak boleh dipahami sebagai pembenaran terhadap dosa atau
kelalaian manusia. Dosa tetap mendatangkan konsekuensi, tetapi dalam kasih
karunia-Nya Allah sanggup memakai berbagai keadaan hidup, termasuk penderitaan
dan kesulitan, untuk menggenapi tujuan-Nya yang baik bagi orang-orang
pilihan-Nya. Dengan demikian, ayat ini menjadi sumber pengharapan yang
meneguhkan bahwa tidak ada satu pun pengalaman hidup orang percaya yang berada
di luar kendali dan pemeliharaan Allah.
3. Rencana Kekal Allah bagi Orang Pilihan-Nya
(Ayat 29-30)
29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula , mereka
juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa
dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu,
menjadi yang sulung di antara banyak saudara. 30 Dan
mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga
dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu
juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya,
mereka itu juga dimuliakan-Nya.
Roma 8:29-30 menegaskan bahwa keselamatan orang
percaya berakar pada rencana Allah yang kekal. Sejak semula Allah telah
mengenal dan mengasihi umat-Nya serta menetapkan mereka untuk menjadi serupa
dengan gambar Anak-Nya, Yesus Kristus. Pemilihan Allah bukan sekadar menunjuk
kepada keselamatan, tetapi juga kepada proses pembentukan hidup agar semakin
mencerminkan karakter Kristus. Karena itu, Allah memanggil mereka melalui
Injil, membenarkan mereka oleh iman kepada Kristus, dan pada akhirnya akan
memuliakan mereka sesuai dengan rencana-Nya yang sempurna. Rencana kekal ini
menunjukkan bahwa seluruh karya keselamatan berasal dari inisiatif Allah dan
digenapi oleh kuasa-Nya. Oleh sebab itu, orang percaya dipanggil untuk tetap
tinggal di dalam Kristus, memelihara iman, dan hidup sebagai bagian dari tubuh
Kristus sampai mencapai kemuliaan yang telah Allah sediakan.
Kesimpulan
Roma 8:26-30 menegaskan bahwa karya keselamatan
Allah bagi orang pilihan-Nya adalah karya yang utuh dan sempurna. Allah tidak
hanya menyelamatkan, tetapi juga menyertai, memelihara, membentuk, dan pada
akhirnya memuliakan umat-Nya. Melalui pertolongan Roh Kudus dalam doa,
pemeliharaan Allah yang mendatangkan kebaikan di dalam segala keadaan, serta
rencana kekal-Nya yang membawa orang percaya menjadi serupa dengan Kristus,
kita memiliki kepastian bahwa tidak ada satu pun yang dapat menggagalkan maksud
Allah bagi kehidupan orang-orang yang mengasihi-Nya. Oleh karena itu, marilah
kita tetap setia hidup di dalam Kristus, bertekun dalam iman, dan menyerahkan
seluruh hidup kepada Allah, sebab Dia yang telah memulai pekerjaan yang baik di
dalam kita akan menyempurnakannya sampai pada hari Kristus Yesus (Flp. 1:6).
Oleh:Pdt. Juliman Harefa