Di Tengah Pagi yang Sunyi
"TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah
hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya."
Mazmur 34:19
Pagi itu masih gelap. Embun belum menghilang,
dan udara di perkebunan masih terasa dingin. Seperti hari-hari sebelumnya,
seorang anak perempuan berusia 12 tahun bangun lebih awal untuk membantu kedua
orang tuanya. Dengan wajah yang ceria dan hati yang tulus, ia menemani mereka
bekerja. Tidak ada seorang pun yang menyangka bahwa pagi itu akan menjadi pagi
yang mengubah kehidupan keluarga mereka untuk selamanya.
Di tengah kesunyian subuh, seekor harimau tiba-tiba menyerang. Peristiwa itu terjadi begitu cepat. Anak yang masih belia itu meninggal dunia. Kepergiannya meninggalkan luka yang begitu dalam bagi ayah, ibu, kakak, adik, dan semua orang yang mengenalnya.
Banyak pertanyaan muncul dalam hati: Mengapa harus anak yang begitu muda? Mengapa harus dengan cara yang begitu tragis? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering kali tidak memiliki jawaban yang dapat memuaskan hati manusia. Namun, Firman Tuhan mengingatkan bahwa Allah tetap dekat dengan orang-orang yang hancur hatinya. Ketika air mata mengalir dan kata-kata terasa tidak cukup, hadirat Tuhan tetap menjadi sumber penghiburan.
Anak itu memang belum sempat menerima baptisan.
Namun, kita tidak berhak menghakimi atau menentukan nasib kekalnya. Keselamatan
dan penghakiman adalah hak Allah yang Mahakasih dan Mahabijaksana. Yang dapat
kita lakukan adalah menyerahkan semuanya ke dalam tangan Tuhan yang adil, penuh
kasih, dan sempurna dalam segala keputusan-Nya.
Peristiwa ini juga mengingatkan kita bahwa hidup
adalah anugerah yang rapuh. Tidak seorang pun mengetahui kapan waktunya akan
tiba. Karena itu, setiap hari adalah kesempatan untuk mengasihi keluarga, hidup
dekat dengan Tuhan, mengajarkan iman kepada anak-anak, dan tidak menunda
melakukan kebaikan.
Kiranya Tuhan menguatkan keluarga yang berduka.
Semoga damai sejahtera Kristus menopang mereka melewati hari-hari yang berat
ini, dan kiranya peristiwa yang memilukan ini menggerakkan kita semua untuk
semakin menghargai kehidupan, saling menjaga, dan hidup dalam pengharapan
kepada Tuhan.
Doa:
"Tuhan Yesus, kami tidak mengerti mengapa peristiwa ini terjadi. Hati kami dipenuhi duka dan air mata. Namun kami percaya Engkau tetap hadir di tengah penderitaan kami. Hiburkanlah keluarga yang kehilangan anak yang mereka kasihi. Berikan kekuatan kepada ayah, ibu, kakak, dan adiknya untuk menjalani hari-hari ke depan. Tolong kami semua untuk hidup semakin dekat kepada-Mu dan selalu siap menjalani setiap hari dalam kasih dan iman. Di dalam nama Yesus kami berdoa. Amin."
Oleh: Pdt. Juliman Harefa