Rabu, 18 Maret 2026

Tuhan Dekat Tatkala Aku Memanggil Ratapan 3:49-57

PENDAHULIAN

Minggu "Invokavit" hari ini kita belajar dari Firman Tuhan yang dituliskan oleh Nabi Yeremia dalam Kitab Ratapan, sesuai dengan namanya, Kitab ini merupakan Ratapan Nabi Yeremia. Ada 3 alasan mengapa Yeremia merata di hadapan Bangsanya untuk menunjukkan kesedihan yang sangat mendalam dan penderitaan emosionalnya atas kerusakan Yerusalem yang tragis;

Keruntuhan yang menggambarkan Kerajaan dan keturunan Daud.

Pembinasaan sama sekali dari tembok-tembok kota Bait Suci Istana Raja dan kota.

Pembuangan yang menyedihkan ke Babel dari kebanyakan orang yang tidak dibunuh.


Yeremia duduk sambil menangis dan meratap dengan ratapan ini atas Yerusalem, karena dia menyaksikan semua yang terjadi. Di tengah keterpurukan Yerusalem Yeremia merasa diburu musuh dan dibuang ke dalam sumur sehingga tenggelam. Namun, dari dasar lubang itu ia berseru kepada Tuhan dan Tuhan menjawab dengan janji perlindungan dan penghiburan sehingga Yeremia dapat berkata bahwa Tuhan mendekat dan berkata "Jangan Takut".

Sama seperti Yeremia bergumul dan meratap atas bangsanya yang runtuh akibat dosa pemberontakan yang berabad-abad di lakukan para pemimpin dan penduduknya terhadap Tuhan demikian juga kita menangis ketika bangsa kita Indonesia tidak berjalan berdasarkan kebenaran, keadilan dan ber-Tuhan. Kita sedih melihat oknum pemimpin yang duduk di Pemerintahan tidak menjalankan keadilan dan kebenaran padahal negera kita adalah negara yang berketuhanan yang Maha Esa. Dalam praktek hidup

Terdapat banyak pertemuan sosial yang sangat tinggi antara pejabat dan masyarakat. Keadilan dikesampingkan, kebenaran di tutupi, dan hukum di permainkan. Di tengah situasi itu kita belajar seperti Yeremia mengajak dan menyuarakan kebenaran Tuhan. Karena Tuhan masih menunggu setiap orang untuk beetobat dan datang kepadaNya. Seperti Firman Tuhan dalam Yesaya 55:6 “Carilah Tuhan selama ia berkenan ditemui, memohonlah kepadaNya selama la dekat”.  Dari Firman Tuhan hari ini ada beberapa point yang dapat kita pelajari:

I. Air Mata yang tak terbendung (Ayat 49-51)

Melihat kehancuran orang-orang yang dikasihi di Yerusalem. Kesedihan dan dukacita menghancurkan hati Yeremia. Namun semua keluhan ini dia bawa di hadapan Tuhan, dia tetap berharap pada Tuhan yang selalu mengerti bahasa tetesan air mata dari setiap umatNya.

Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan demikian kehidupan kita, terkadang jika kita tertekan mata kita menangis oleh banyaknya persoalan kehidupan yang kita hadapi, tetapi dalam situasi itu kita tetap berharap pada Tuhan tidak pernah menutup mata atas penderitaan umatNya Dia peduli setiap tetesan air mata, Dia siap menolong setiap orang yang berharap kepadaNya.

II. Perasaan di buru dan Tenggelam (Ayat 52-54)

Jemaat yang dikasihi oleh Tuhan ini menggambarkan situasi kehidupan yang mencekam tidak ada lagi harapan hidup aja sudah tiba. Namun di tengah situasi itu sebagai orang percaya kita di ajarkan supaya jangan cepat menyerah harus tetap berusaha dan berharap kepada pertolongan Tuhan yang ajaib itu Dia akan memberikan kita kekuatan melewati setiap cobaan dan akhirnya tampil sebagai pemenang kehidupan.


III. Berseru kepada Tuhan dan jawabanNya (Rat. 3:55-57)

Yeremia memanggil Tuhan dari dasar lobang yang dalam (ay. 55) Tuhan mendengarkan seruan Yeremia (ay. 56). Tuhan mendekat ketika kita memanggil Nya (ay. 57) Tuhan berkata jangan takut. 

Bapak ibu yang dikasihi Tuhan kita percaya bahwa semua doa dan seruan kita pasti sampai ke telinga Tuhan Allah. Tuhan setia dan adil Dia tidak pernah meninggalkan kita. Dia selalu hadir menolong kita. Mungkin kita tidak merasakan kehadiran Tuhan karena kita lebih fokus pada masalah kita, kita lebih fokus pada persoalan kita yang besar. Tetapi melalui Firman Tuhan hari ini-kita belajar fokus pada Tuhan bukan pada masalah kita, karena Tuhan lebih Besar dan lebih Ajaib di bandingkan masalah kita untuk itu percayakan seluruh hidupmu pada Tuhan.


KESIMPULAN

Saudara yang dikasihi oleh Tuhan pada minggu INVOKAVIT ini kita belajar bahwa setiap orang yang berseru kepada Tuhan, Tuhan akan menjawab. Kita harus mengaku bahwa Tuhan berdaulat dan dalam setiap situasi keadaan bahkan dalam ketidakberdayaan kita, jika kita tulus berdoa, menyerahkan hidup sepenuhnya kepadaNya, Dia yang akan mendengarkan seruan kita. Kebaikan dan Kasih Karunia Tuhan dinyatakan melalui responNya terhadap Yeremia. Penderitaan dan keterbatasan manusia tidak menghalangi Tuhan untuk mendengarkan dan memberikan pertolongan. Dari Yeremia kita belajar bahwa: meskipun berada di situasi yang mengerikan tetap menemukan Harapan dan Kekuatan dalam Tuhan. Kesetiaan Tuhan yang baru setiap pagi (Rat. 3:22-23) Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tuhan Pemberi Nafas Kehidupan Yehezkiel 37:1–14

  Pendahuluan Pernahkah kita berada di sebuah rumah sakit, berdiri di samping seseorang yang kita kasihi, yang sedang berjuang antara hidu...