Sabtu, 14 Maret 2026

Hidup Sebagai Anak Terang. Efesus 5: 8-11

Hidup Sebagai Anak Terang

Efesus 5:8–11

Pendahuluan

Dunia ini sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa telah diwarnai oleh kegelapan rohani. Manusia yang pada awalnya diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:27) kehilangan kemuliaan itu karena dosa. Akibatnya manusia hidup jauh dari Allah dan terjerumus dalam berbagai bentuk kejahatan seperti penyembahan berhala, pertengkaran, kebencian, keserakahan, dusta, dan berbagai perbuatan yang tidak berkenan kepada Tuhan.

Namun di tengah kegelapan itu, kasih Allah tetap dinyatakan kepada manusia. Allah tidak membiarkan manusia binasa dalam dosa. Ia mengutus Anak-Nya yang tunggal, Tuhan Yesus Kristus, untuk datang ke dunia sebagai terang yang menerangi manusia. Yesus sendiri berkata:

"Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." (Yohanes 8:12).

Terang Kristus inilah yang membawa manusia keluar dari kegelapan dosa menuju kehidupan yang baru. Jemaat Efesus pada masa itu juga mengalami perubahan yang besar. Sebelum mengenal Kristus, mereka hidup dalam budaya penyembahan berhala. Kota Efesus terkenal sebagai pusat penyembahan kepada dewi Artemis, yang kuilnya menjadi salah satu keajaiban dunia kuno (Kisah Para Rasul 19:27–28). Banyak orang hidup dalam praktik sihir, okultisme, dan berbagai bentuk penyembahan berhala.

Namun melalui pelayanan pemberitaan Injil oleh Rasul Paulus, banyak orang Efesus bertobat dan percaya kepada Kristus. Bahkan Alkitab mencatat bahwa mereka membakar kitab-kitab sihir sebagai tanda meninggalkan kehidupan lama (Kisah Para Rasul 19:19).

Meskipun demikian, Paulus menyadari bahwa sebagian orang percaya masih bergumul dengan kebiasaan hidup lama mereka. Karena itu ia menasihati mereka dengan sangat tegas:

"Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang." (Efesus 5:8).

Pesan ini bukan hanya untuk jemaat Efesus pada masa itu, tetapi juga sangat relevan bagi orang percaya pada zaman sekarang.

 

1. Kita Dipanggil untuk Meninggalkan Kegelapan dunia

Paulus mengingatkan bahwa dahulu manusia hidup dalam dosa dan mengikuti jalan dunia. Dalam Efesus 2:1–2 ia menulis bahwa manusia dahulu mati karena pelanggaran dan dosa, hidup mengikuti arus dunia ini serta menuruti keinginan daging.

Kegelapan rohani itu dapat terlihat dalam berbagai bentuk kehidupan, seperti:

  • penyembahan berhala
  • praktik sihir dan okultisme
  • kebencian dan pertengkaran
  • dusta dan ketidakjujuran
  • kehidupan yang jauh dari Tuhan

Hal-hal seperti ini sebenarnya bukan hanya terjadi pada masa Alkitab saja. Dalam kehidupan modern pun, banyak orang masih hidup dalam kegelapan rohani. Ada orang yang masih percaya kepada kekuatan dukun, roh orang mati, ramalan, atau berbagai praktik okultisme. Ada juga yang hidup dalam kebencian, keserakahan, dan ketidakjujuran.

Karena itu Firman Tuhan dengan jelas berkata:

"Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuah, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu." (Efesus 5:11).

Sebagai orang yang telah diselamatkan oleh Kristus, kita dipanggil untuk meninggalkan kehidupan lama dan hidup dalam kehidupan yang baru.

 

2. Yesus Adalah Sumber Terang

Manusia tidak dapat menjadi terang dengan kekuatannya sendiri. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa semua manusia telah berdosa. Rasul Paulus menulis: "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." (Roma 3:23). Dosa membuat manusia berada dalam kegelapan rohani. Tidak ada usaha manusia, perbuatan baik, amal, atau agama yang dapat menyelamatkan dirinya sendiri dari dosa.

Hanya Yesus Kristus yang dapat membawa manusia keluar dari kegelapan itu menuju terang kehidupan yakni diri-Nya sendiri. Melalui kematian-Nya di kayu salib, Yesus menanggung dosa manusia. Melalui kebangkitan-Nya, Ia memberikan hidup yang baru kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya.  Ketika seseorang percaya kepada Kristus, ia tidak hanya diampuni dosanya, tetapi juga menerima hidup yang baru. Hidup yang dahulu berada dalam kegelapan kini diterangi oleh terang Kristus.  Karena itu Paulus berkata bahwa orang percaya bukan hanya menerima terang, tetapi menjadi terang di dalam Tuhan. Identitas baru ini harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

 

3. Anak Terang Menghasilkan Buah Terang

Paulus menjelaskan bahwa kehidupan orang yang hidup dalam terang akan menghasilkan buah yang nyata. Ia berkata:

"Karena terang hanya berbuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran." (Efesus 5:9).

Ini berarti kehidupan orang percaya harus terlihat berbeda dari kehidupan dunia. Terang Kristus yang ada di dalam dirinya akan menghasilkan buah dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

  • hidup dalam kasih kepada sesama
  • berbuat baik kepada orang lain
  • berlaku adil dan jujur
  • hidup dalam kerendahan hati
  • mengampuni orang yang bersalah
  • peduli kepada orang yang membutuhkan

Yesus sendiri mengajarkan hukum yang terutama:

"Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu… dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." (Matius 22:37–39).

Kasih adalah tanda utama kehidupan orang yang berjalan dalam terang. Ketika seseorang hidup dalam terang Kristus, kehidupannya akan menjadi berkat bagi orang lain. Kehadirannya membawa damai, pengharapan, dan kebaikan bagi lingkungan di sekitarnya.  Dengan kata lain, orang percaya dipanggil untuk menjadi terang di tengah dunia yang gelap.

 

Kesimpulan

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa kita dipanggil untuk hidup sebagai anak-anak terang. Dahulu kita hidup dalam kegelapan dosa, tetapi sekarang melalui Yesus Kristus kita telah menerima terang kehidupan.

Terang itu bukan berasal dari diri kita sendiri, melainkan dari Kristus yang hidup di dalam kita. Karena itu kehidupan kita harus mencerminkan terang tersebut melalui perbuatan baik, keadilan, kebenaran, dan kasih.  Di tengah dunia yang masih dipenuhi oleh kegelapan dosa, orang percaya dipanggil untuk menjadi terang yang memancarkan kemuliaan Allah. Melalui kehidupan yang benar, kita dapat menjadi saksi Kristus bagi dunia.  Karena itu marilah kita hidup sebagai anak-anak terang, sehingga melalui kehidupan kita, banyak orang dapat melihat terang Kristus dan datang kepada-Nya.

 

Berdoa dan Bekerja 2 Tesalonika 3:1-12

 Bahan PA Minggu pertama bulan Mei 2026   Pendahuluan Kehidupan orang percaya sering kali dipahami hanya sebatas doa dan ibadah. Namun f...