Hidup
Sebagai Anak Terang
Efesus
5:8–11
Pendahuluan
Dunia ini sejak
kejatuhan manusia ke dalam dosa telah diwarnai oleh kegelapan rohani. Manusia
yang pada awalnya diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:27)
kehilangan kemuliaan itu karena dosa. Akibatnya manusia hidup jauh dari Allah
dan terjerumus dalam berbagai bentuk kejahatan seperti penyembahan berhala,
pertengkaran, kebencian, keserakahan, dusta, dan berbagai perbuatan yang tidak
berkenan kepada Tuhan.
Namun di tengah kegelapan itu, kasih Allah tetap dinyatakan kepada manusia. Allah tidak membiarkan manusia binasa dalam dosa. Ia mengutus Anak-Nya yang tunggal, Tuhan Yesus Kristus, untuk datang ke dunia sebagai terang yang menerangi manusia. Yesus sendiri berkata:
"Akulah
terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan,
melainkan ia akan mempunyai terang hidup." (Yohanes 8:12).
Terang Kristus inilah yang membawa manusia keluar dari kegelapan dosa
menuju kehidupan yang baru. Jemaat Efesus pada masa itu juga mengalami
perubahan yang besar. Sebelum mengenal Kristus, mereka hidup dalam budaya
penyembahan berhala. Kota Efesus terkenal sebagai pusat penyembahan kepada dewi
Artemis, yang kuilnya menjadi salah satu keajaiban dunia kuno (Kisah Para Rasul
19:27–28). Banyak orang hidup dalam praktik sihir, okultisme, dan berbagai
bentuk penyembahan berhala.
Namun melalui pelayanan pemberitaan Injil oleh Rasul Paulus, banyak orang
Efesus bertobat dan percaya kepada Kristus. Bahkan Alkitab mencatat bahwa
mereka membakar kitab-kitab sihir sebagai tanda meninggalkan kehidupan lama
(Kisah Para Rasul 19:19).
Meskipun
demikian, Paulus menyadari bahwa sebagian orang percaya masih bergumul dengan
kebiasaan hidup lama mereka. Karena itu ia menasihati mereka dengan sangat
tegas:
"Memang
dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam
Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang." (Efesus 5:8).
Pesan ini bukan
hanya untuk jemaat Efesus pada masa itu, tetapi juga sangat relevan bagi orang
percaya pada zaman sekarang.
1. Kita
Dipanggil untuk Meninggalkan Kegelapan dunia
Paulus
mengingatkan bahwa dahulu manusia hidup dalam dosa dan mengikuti jalan dunia.
Dalam Efesus 2:1–2 ia menulis bahwa manusia dahulu mati karena pelanggaran dan
dosa, hidup mengikuti arus dunia ini serta menuruti keinginan daging.
Kegelapan rohani
itu dapat terlihat dalam berbagai bentuk kehidupan, seperti:
- penyembahan berhala
- praktik sihir dan okultisme
- kebencian dan pertengkaran
- dusta dan ketidakjujuran
- kehidupan yang jauh dari Tuhan
Hal-hal seperti ini sebenarnya bukan hanya terjadi pada masa Alkitab
saja. Dalam kehidupan modern pun, banyak orang masih hidup dalam kegelapan
rohani. Ada orang yang masih percaya kepada kekuatan dukun, roh orang mati,
ramalan, atau berbagai praktik okultisme. Ada juga yang hidup dalam kebencian,
keserakahan, dan ketidakjujuran.
Karena itu
Firman Tuhan dengan jelas berkata:
"Janganlah
turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuah,
tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu." (Efesus
5:11).
Sebagai orang
yang telah diselamatkan oleh Kristus, kita dipanggil untuk meninggalkan
kehidupan lama dan hidup dalam kehidupan yang baru.
2. Yesus
Adalah Sumber Terang
Manusia tidak
dapat menjadi terang dengan kekuatannya sendiri. Alkitab dengan jelas
menyatakan bahwa semua manusia telah berdosa. Rasul Paulus menulis: "Karena
semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah."
(Roma 3:23). Dosa membuat manusia berada dalam kegelapan rohani. Tidak ada
usaha manusia, perbuatan baik, amal, atau agama yang dapat menyelamatkan
dirinya sendiri dari dosa.
Hanya Yesus Kristus yang dapat membawa manusia keluar dari kegelapan itu
menuju terang kehidupan yakni diri-Nya sendiri. Melalui kematian-Nya di kayu
salib, Yesus menanggung dosa manusia. Melalui kebangkitan-Nya, Ia memberikan
hidup yang baru kepada setiap orang yang percaya kepada-Nya. Ketika seseorang percaya kepada Kristus, ia
tidak hanya diampuni dosanya, tetapi juga menerima hidup yang baru. Hidup yang
dahulu berada dalam kegelapan kini diterangi oleh terang Kristus. Karena itu Paulus berkata bahwa orang percaya
bukan hanya menerima terang, tetapi menjadi terang di dalam Tuhan. Identitas
baru ini harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
3. Anak
Terang Menghasilkan Buah Terang
Paulus
menjelaskan bahwa kehidupan orang yang hidup dalam terang akan menghasilkan
buah yang nyata. Ia berkata:
"Karena
terang hanya berbuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran." (Efesus
5:9).
Ini berarti
kehidupan orang percaya harus terlihat berbeda dari kehidupan dunia. Terang
Kristus yang ada di dalam dirinya akan menghasilkan buah dalam kehidupan
sehari-hari, seperti:
- hidup dalam kasih kepada sesama
- berbuat baik kepada orang lain
- berlaku adil dan jujur
- hidup dalam kerendahan hati
- mengampuni orang yang bersalah
- peduli kepada orang yang membutuhkan
Yesus sendiri
mengajarkan hukum yang terutama:
"Kasihilah
Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu… dan kasihilah sesamamu manusia seperti
dirimu sendiri." (Matius 22:37–39).
Kasih adalah tanda utama kehidupan orang yang berjalan dalam terang.
Ketika seseorang hidup dalam terang Kristus, kehidupannya akan menjadi berkat
bagi orang lain. Kehadirannya membawa damai, pengharapan, dan kebaikan bagi
lingkungan di sekitarnya. Dengan kata
lain, orang percaya dipanggil untuk menjadi terang di tengah dunia yang gelap.
Kesimpulan
Firman Tuhan
hari ini mengingatkan kita bahwa kita dipanggil untuk hidup sebagai anak-anak
terang. Dahulu kita hidup dalam kegelapan dosa, tetapi sekarang melalui Yesus
Kristus kita telah menerima terang kehidupan.
Terang itu bukan berasal dari diri kita sendiri, melainkan dari Kristus
yang hidup di dalam kita. Karena itu kehidupan kita harus mencerminkan terang
tersebut melalui perbuatan baik, keadilan, kebenaran, dan kasih. Di tengah dunia yang masih dipenuhi oleh
kegelapan dosa, orang percaya dipanggil untuk menjadi terang yang memancarkan
kemuliaan Allah. Melalui kehidupan yang benar, kita dapat menjadi saksi Kristus
bagi dunia. Karena itu marilah kita
hidup sebagai anak-anak terang, sehingga melalui kehidupan kita, banyak orang
dapat melihat terang Kristus dan datang kepada-Nya.