Sabtu, 28 Maret 2026

Refleksi: Suara Hati Perempuan Nigeria


                            

Pendahuluan

Pada hari Minggu tanggal 22 Maret adalah pelaksanaan ibadah Hari Doa sedunia[1], ibadah HDS ini secara khusus mendengarkan situasi dan kondisi kaum perempuan negara Nigeria dan mendoakan agar mereka terlepas dari kemiskinan dan penderitaan.

Komisi perempuan BNKP Efrata Pangkalan Kerinci, Riau melaksanakan ibadah HDS ini mereka memerankan perempuan-perempuan Nigeria yang menggunakan gaun dan sorban ala perempuan Nigeria.

Dalam kehidupan ini, banyak orang memikul beban yang berat seperti kemiskinan, ketidakadilan, kehilangan, dan juga penganiayaan karena iman. Namun di tengah semua itu, Tuhan tetap memanggil setiap kita

“Marilah kepada Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” Matius 11:28

Kesaksian dari perempuan perempuan di Nigeria ini mengingatkan kita bahwa penderitaan bukanlah akhir dari cerita. Di dalam Tuhan selalu ada kekuatan, pengharapan, dan kelegaan.

Kita adalah satu tubuh dalam Kristus. Ketika satu menderita, semua turut merasakan. Namun ketika satu mengalami pemulihan, kita semua ikut bersukacita.

1. Beatrice Beban Penindasan dan Ketidakadilan

Beatrice menjadi janda pada usia 28 tahun setelah suaminya tewas dalam konflik antar komunitas. Sejak saat itu hidupnya berubah secara drastis.   Ia tidak hanya kehilangan pasangan hidup, tetapi juga kehilangan tempat dalam masyarakat. Bersama tiga anak kecil ia harus menghadapi kemiskinan, kehilangan penghasilan, dan tekanan dari keluarga suami yang ingin mengambil harta yang tersisa.

Hari harinya dipenuhi ketidakpastian. Ia tidak selalu tahu bagaimana memberi makan anak anaknya atau membayar biaya sekolah. Namun di tengah kegelapan itu ia menemukan kekuatan melalui iman dan komunitas. Dalam sebuah pertemuan gereja untuk para janda ia menyadari bahwa ia tidak sendirian. Dari sanalah harapan mulai tumbuh.



Komisi perempuan BNKP Efrata dapat belajar dari kisah Beatrice ini bahwa komunitas atau persekutuan sangat berguna untuk saling menguatkan dan saling mendukung satu sama lain karena penderitaan sering membuat seseorang merasa sendirian. Namun Allah bekerja melalui komunitas dan menghadirkan kekuatan serta penghiburan.

 

2. Jato Beban Penganiayaan karena Iman

Jato adalah seorang ibu Kristen di Nigeria bagian utara. Setiap hari ia mengantar anaknya ke sekolah dengan hati yang penuh kekhawatiran. Ia teringat kisah Leah Sharibu, seorang gadis yang diculik karena imannya dan tetap setia kepada Kristus. Dalam situasi seperti ini iman bukan hanya pengakuan tetapi juga sebuah harga yang harus dibayar.

Namun di tengah ancaman itu Jato memilih jalan Kristus yaitu mengasihi musuh dan mendoakan mereka yang menganiaya.

Ia mengakui bahwa hal ini tidak mudah. Ada rasa takut dan ada juga kemarahan. Namun kasih karunia Tuhan memampukan dia untuk tetap setia. “Di dunia kamu akan mengalami kesusahan. Tetapi kuatkanlah hatimu. Aku telah mengalahkan dunia” Yohanes 16:33 Iman sejati terlihat dalam kesetiaan di tengah penderitaan. Kasih Kristus membawa damai bahkan dalam situasi yang penuh tekanan.

Kisah Jato menjadi pelajaran bahwa “musuh” bukan hal yang ditakutkan tetapi didoakan, Komisi Perempuan BNKP Efrata dapat belajar dari kisah Jato ini untuk saling mendoakan satu sama lain karena dalam komunitas perempuan tidak perlu ada permusuhan namun persaudaraan dalam Kristus untuk saling menguatkan dalam iman.

 

3. Blessing Beban Kemiskinan dan Keputusasaan

Blessing adalah seorang perempuan dari Lagos yang menyaksikan perubahan di negaranya. Namun perubahan itu tidak selalu membawa kebaikan.  Harga kebutuhan hidup semakin meningkat. Pekerjaan sulit diperoleh. Banyak orang kehilangan harapan dan mengalami tekanan dalam hidup mereka. 

Namun di tengah keadaan itu ia melihat secercah terang.  Ia menceritakan tentang tetangganya yang tetap berjuang walaupun kehilangan pekerjaan dan suami. Dengan usaha kecil ia tetap bisa bertahan dan memelihara keluarganya. Dari situ muncul keyakinan bahwa Tuhan tetap bekerja.  “Kita bukan sekadar bertahan. Kita hidup oleh iman”  Kemiskinan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan hidup tetapi juga menyentuh harapan manusia. Namun iman menolong seseorang untuk tetap berdiri dan terus berjalan.

Para anggota komisi perempuan baik juga jikalau turut membantu ekonomi keluarga dengan berdagang, home industri ataupun membantu suami dalam mencari nafkah, setidaknya dapat menghemat penggunaan uang dalam menyiapkan kebutuhan keluarga dan anak-anak.

 

Doa

Ya Allah yang penuh kasih.  Engkau melihat setiap air mata dan mendengar setiap seruan hati. Kami membawa kepada Mu mereka yang tertindas, yang miskin, yang berduka, dan yang hidup dalam ketakutan. Kuatkan mereka yang lemah, hiburkan mereka yang berduka berikan keadilan bagi yang tertindas.


Tuhan Yesus

Engkau memikul beban kami. Ajarlah kami untuk tetap percaya ketika hidup terasa berat. Berikan kami hati yang mengasihi bahkan kepada mereka yang menyakiti kami.

Roh Kudus

Jadilah Penghibur dan Penuntun kami. Berikan kami iman untuk terus berjalan walaupun jalan terasa sulit.  Pakailah kami menjadi alat Mu untuk membawa terang, harapan, dan kasih bagi sesama.  Dalam nama Yesus kami berdoa Amin

Penutup

Kesaksian Beatrice, Jato, dan Blessing menunjukkan bahwa dunia ini penuh pergumulan. Namun di dalam Tuhan selalu ada pengharapan.  Mereka mengajarkan bahwa penderitaan tidak mematikan iman. Kasih lebih kuat daripada kebencian, harapan tetap hidup di dalam Tuhan.

Dari kisah ini, ternyata perempuan-perempuan Nigeria memberi teladan iman kepada perempuan di seluruh dunia, lebih dari sekedar mendoakan mereka karena kondisi ekonomi dan penderitaan.  Namun saling mendoakan juga merupakan bentuk dukungan spiritual bagi perempuan Nigeria dari kaumnya di seluruh dunia.

Kiranya kesaksian ini menggerakkan kita untuk berdoa, peduli, dan menjadi berkat bagi sesama dalam.

 

 

Oleh: Juliman Harefa

[1]Diadaptasi dari tata ibadah HDS yang  Disusun oleh: Komisi Hari Doa Sedunia Dari Nigeria Tema: “Aku Akan Memberi Kelegaan Kepadamu, Datanglah”  (Matius 11 : 28-30)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jawaban Tuhan di Awal Tahun

Refleksi: Suara Hati Perempuan Nigeria

                              Pendahuluan Pada hari Minggu tanggal 22 Maret adalah pelaksanaan ibadah Hari Doa sedunia [1] , ibadah HDS ini...

Khotbah