Khotbah Minggu 24 Mei 2026, Hari Pentakosta
Pendahuluan
Kata Pentakosta berasal dari bahasa Yunani, yaitu Pentēkostē (πεντηκοστή), yang berarti “kelima puluh” menunjuk pada
hari ke-50 setelah Paskah Yahudi. Dalam tradisi Yahudi, hari tersebut dikenal
sebagai Hari Raya Tujuh Minggu (Shavuot),
yaitu perayaan panen dan ucapan syukur kepada Allah. Pentakosta berasal dari kata
Penta = lima, Pentēkostē = kelima puluh, Pentakosta = hari kelima puluh setelah
Paskah.
Dalam tradisi Kristen, Pentakosta diperingati lima puluh hari setelah
kebangkitan Yesus Kristus, yaitu saat Roh Kudus dicurahkan kepada para murid di
Yerusalem sebagaimana dicatat dalam Kisah Para Rasul pasal 2.
Hari Pentakosta adalah hari raya Kristiani yang
memperingati peristiwa dicurahkannya Roh Kudus kepada para rasul di Yerusalem.
Pada hari Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan sesuai dengan janji Yesus setelah
kenaikan-Nya ke surga. Peristiwa tercurahnya Roh Kudus menunjukkan bahwa Tuhan
menggenapi janji dan perkataan-Nya kepada murid-murid-Nya dan umat-Nya.
Pentakosta menekankan pentingnya persatuan dan
kesatuan dalam Kristus. Selain itu, Pentakosta juga menandai permulaan gereja
Kristen, karena setelah turunnya Roh Kudus, para pengikut Yesus menjadi berani
dan terdorong untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sekitar mereka.
Melalui peristiwa tercurahnya Roh Kudus, Tuhan
menghendaki bukan pertikaian atau kesombongan, melainkan kebersamaan dalam
mempermuliakan nama-Nya melalui berbagai karunia yang diberikan kepada umat
Tuhan. Inilah yang hendak diajarkan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus,
supaya umat Tuhan tidak menjadi batu sandungan, melainkan menjadi teladan bagi
setiap orang yang mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan.
Dalan 1 Korintus 12:3-11 kita akan
mendengarkan penjelasan tentang. 1. Pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan berasal
dari Roh Kudus, dan 2. Roh yang sama mempersatukan berbagai karunia serta
pelayanan dan 3. Karunia Roh Kudus
diberikan kepada setiap orang percaya untuk membangun jemaat dan mempermuliakan
Tuhan, sebagai berikut:
1. Pengakuan
bahwa Yesus adalah Tuhan Berasal dari Roh Kudus (ayat 3)
“Karena
itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh
Roh Allah, dapat berkata: ‘Terkutuklah Yesus!’ dan tidak ada seorangpun, yang
dapat mengaku: ‘Yesus adalah Tuhan’, selain oleh Roh Kudus.” (ay 3)
Ayat
ini merupakan bagian penting dalam pembahasan Rasul Paulus mengenai
karunia-karunia Roh Kudus. Sebelum menjelaskan berbagai karunia rohani, Paulus
terlebih dahulu menekankan dasar utama pekerjaan Roh Kudus, yaitu memuliakan
Yesus Kristus. Dengan demikian, pusat dari seluruh pekerjaan Roh Kudus bukanlah
manusia, melainkan Kristus sendiri.
Paulus
menjelaskan bahwa tidak ada seorang pun yang dipimpin oleh Roh Allah dapat
berkata, “Terkutuklah Yesus.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa Roh Kudus tidak
pernah bekerja untuk menghina, menolak, atau merendahkan Yesus Kristus. Pada masa
jemaat Korintus, banyak pengaruh penyembahan berhala dan ajaran yang
menyesatkan, sehingga jemaat perlu belajar membedakan mana yang benar-benar
berasal dari Roh Allah dan mana yang bukan. Oleh sebab itu, Paulus memberikan
ukuran yang jelas bahwa setiap pekerjaan Roh Kudus pasti akan membawa orang
kepada penghormatan dan pengakuan yang benar terhadap Yesus.
Melalui
ayat ini, Paulus mengingatkan jemaat bahwa tanda utama pekerjaan Roh Kudus
bukan hanya mujizat atau tanda-tanda lahiriah, tetapi hati yang sungguh-sungguh
mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan. Roh Kudus bekerja dalam kehidupan orang
percaya untuk membawa mereka hidup dalam iman, ketaatan, dan penyembahan kepada
Kristus.
Dengan
demikian, 1 Korintus 12:3 menegaskan bahwa pusat dari seluruh pekerjaan Roh
Kudus adalah Yesus Kristus. Roh Kudus memimpin orang percaya untuk mengenal,
mengasihi, dan memuliakan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.
2. Kesatuan Roh Kudus dalam
Berbagai Karunia dan Pelayanan (ayat 4-7)
4 Ada
rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. 5. Dan ada
rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. 6 Dan ada berbagai-bagai
perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang
mengerjakan semuanya dalam semua orang. 7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan
penyataan Roh untuk kepentingan bersama.
Dalam bagian ini Rasul Paulus menjelaskan bahwa
di dalam jemaat terdapat berbagai macam karunia, pelayanan, dan pekerjaan
rohani, tetapi semuanya berasal dari Allah yang sama. Paulus ingin menolong
jemaat Korintus memahami bahwa perbedaan karunia bukan alasan untuk merasa
lebih hebat atau lebih rendah, sebab sumbernya tetap satu, yaitu Allah sendiri.
Paulus mulai dengan
mengatakan bahwa ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Ini berarti Roh Kudus
memberikan karunia yang berbeda-beda kepada setiap orang percaya. Tidak semua
orang memiliki karunia yang sama. Ada yang dipakai dalam mengajar, bernubuat,
melayani, menyembuhkan, memimpin, atau bentuk pelayanan lainnya. Walaupun
berbeda, semuanya berasal dari Roh Kudus yang sama. Karena itu tidak boleh ada
iri hati atau persaingan di antara anggota jemaat.
Pada ayat 7 Paulus
memberikan tujuan utama dari semua karunia Roh, yaitu untuk kepentingan
bersama. Karunia Roh Kudus diberikan bukan untuk keuntungan pribadi, melainkan
untuk membangun jemaat dan menolong sesama orang percaya. Setiap karunia harus
dipakai dalam kasih, kerendahan hati, dan tanggung jawab agar tubuh Kristus
semakin bertumbuh.
Melalui bagian ini Paulus mengajarkan pentingnya kesatuan
di tengah keberagaman. Walaupun orang percaya memiliki kemampuan, tugas, dan
pelayanan yang berbeda, semuanya dipersatukan oleh Roh Kudus, Tuhan, dan Allah
yang sama. Dengan demikian jemaat dipanggil untuk saling menghargai, bekerja
sama, dan memakai karunia yang dimiliki demi kemuliaan Tuhan dan kebaikan
bersama.
3. Karunia-Karunia
Roh Kudus untuk Membangun Jemaat (ayat
8-11)
Dalam 1
Korintus 12:8-10 terdapat 9 karunia Roh Kudus yang Allah berikan kepada setiap
umat-Nya yang berguna dalam pelayanan dan dalam kehidupan sehari-hari.
8 Sebab
kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan
kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan
pengetahuan. 9 Kepada yang seorang Roh yang sama
memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia
untuk menyembuhkan. 10 Kepada yang seorang Roh
memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada
yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan
kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam
roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk
berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia
memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini
dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang
memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang
dikehendaki-Nya.
1)
Karunia berkata-kata dengan
hikmat
Karunia untuk menyampaikan hikmat Allah dalam memberi nasihat,
keputusan, dan tuntunan rohani. “Karena kepada yang seorang Roh memberikan
karunia untuk berkata-kata dengan hikmat. (ayat 8) “Jika di antara kamu ada yang kekurangan
hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua
orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan
diberikan kepadanya.” Yakobus 1:5
2)
Karunia berkata-kata dengan
pengetahuan
Karunia memahami dan menyampaikan pengetahuan rohani yang berasal dari
Roh Kudus.
“...dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan
pengetahuan.” (ay. 8) “Sebab TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya
datang pengetahuan dan kepandaian.”Amsal 2:6
3)
Karunia iman
Iman yang luar biasa untuk percaya kepada kuasa Allah dalam situasi
yang sulit. “Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman...” (ayat 9) “Iman
adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala
sesuatu yang tidak kita lihat.”Ibrani 11:1
4)
Karunia menyembuhkan
Karunia untuk menjadi alat Tuhan dalam membawa kesembuhan. “...dan
kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.” (ay. 9) “Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit,
baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta
mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan
menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia...” Yakobus 5:14-15
5)
Kuasa mengadakan mujizat
Karunia untuk melakukan pekerjaan ajaib oleh kuasa Allah. “Kepada yang
seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat...”1 Kor. 12:10, “Dan
oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak...”Kisah
Para Rasul 5:12
6)
Karunia bernubuat
Karunia menyampaikan pesan Allah untuk membangun, menasihati, dan
menghibur jemaat.
“...kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat...”(ay. 10) “Siapa
yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan
menghibur.”Korintus 14:3
7)
Karunia membedakan
bermacam-macam roh
Karunia untuk membedakan roh yang berasal dari Allah dan yang bukan. “...dan
kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh.
(aya.10) “Saudara-saudaraku yang
kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah
mereka berasal dari Allah...” 1 Yohanes 4:1
8)
Karunia berkata-kata dengan
bahasa roh
Karunia berbicara dalam bahasa yang diberikan oleh Roh Kudus. “...kepada
yang seorang Ia memberikan karunia berkata-kata dengan bahasa roh...”(ay. 10) “Mereka
semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam
bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk
mengatakannya.” Kisah Para Rasul 2:4
9)
Karunia menafsirkan bahasa roh
Karunia menjelaskan arti bahasa roh supaya jemaat dibangun. “...dan
kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. (Ay. 10) “Karena itu siapa yang berkata-kata dengan
bahasa roh, ia harus berdoa, supaya ia dapat menafsirkannya.”1 Korintus 14:13
Kesimpulan
Hari Pentakosta mengingatkan kita bahwa Roh Kudus telah dicurahkan
kepada gereja untuk menggenapi janji Tuhan dan memampukan orang percaya hidup
bagi Kristus. Rasul Paulus dalam 1 Korintus 12:3-11 menegaskan bahwa Roh Kudus
memimpin setiap orang untuk mengakui Yesus sebagai Tuhan, mempersatukan jemaat
di tengah berbagai perbedaan karunia dan pelayanan, serta memberikan
karunia-karunia rohani untuk membangun tubuh Kristus. Semua karunia berasal
dari Roh yang sama dan harus dipakai bukan untuk kepentingan pribadi atau
kesombongan, melainkan untuk kemuliaan Tuhan dan kepentingan bersama. Karena
itu, gereja yang dipenuhi Roh Kudus adalah gereja yang hidup dalam kesatuan,
kasih, pelayanan, dan ketaatan kepada Kristus.
Aplikasi
- Hiduplah
dalam pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan
Orang yang dipimpin Roh Kudus akan hidup dalam iman, ketaatan, dan penyembahan kepada Yesus Kristus, bukan hanya melalui perkataan tetapi juga melalui perbuatan sehari-hari. - Gunakan
karunia untuk melayani, bukan meninggikan diri
Setiap orang percaya memiliki karunia yang berbeda-beda. Karena itu, jangan membandingkan diri atau merasa lebih hebat dari orang lain, tetapi pakailah karunia yang Tuhan berikan untuk melayani dan membangun jemaat. - Peliharalah
persatuan dalam jemaat
Walaupun memiliki tugas dan kemampuan yang berbeda, semua orang percaya dipanggil untuk bekerja sama dalam kasih dan kerendahan hati sebagai satu tubuh di dalam Kristus.
Oleh: Pdt. Juliman Harefa