Rabu, 20 Mei 2026

RAGAM KARUNIA DALAM SATU ROH 1 Korintus 3-11

 Khotbah Minggu 24 Mei 2026, Hari Pentakosta



Pendahuluan

Kata Pentakosta berasal dari bahasa Yunani, yaitu Pentēkostē (πεντηκοστή), yang berarti “kelima puluh” menunjuk pada hari ke-50 setelah Paskah Yahudi. Dalam tradisi Yahudi, hari tersebut dikenal sebagai Hari Raya Tujuh Minggu (Shavuot), yaitu perayaan panen dan ucapan syukur kepada Allah. Pentakosta berasal dari kata Penta = lima, Pentēkostē = kelima puluh, Pentakosta = hari kelima puluh setelah Paskah.

Dalam tradisi Kristen, Pentakosta diperingati lima puluh hari setelah kebangkitan Yesus Kristus, yaitu saat Roh Kudus dicurahkan kepada para murid di Yerusalem sebagaimana dicatat dalam Kisah Para Rasul pasal 2.

Hari Pentakosta adalah hari raya Kristiani yang memperingati peristiwa dicurahkannya Roh Kudus kepada para rasul di Yerusalem. Pada hari Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan sesuai dengan janji Yesus setelah kenaikan-Nya ke surga. Peristiwa tercurahnya Roh Kudus menunjukkan bahwa Tuhan menggenapi janji dan perkataan-Nya kepada murid-murid-Nya dan umat-Nya.

Pentakosta menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam Kristus. Selain itu, Pentakosta juga menandai permulaan gereja Kristen, karena setelah turunnya Roh Kudus, para pengikut Yesus menjadi berani dan terdorong untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sekitar mereka.

Melalui peristiwa tercurahnya Roh Kudus, Tuhan menghendaki bukan pertikaian atau kesombongan, melainkan kebersamaan dalam mempermuliakan nama-Nya melalui berbagai karunia yang diberikan kepada umat Tuhan. Inilah yang hendak diajarkan Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus, supaya umat Tuhan tidak menjadi batu sandungan, melainkan menjadi teladan bagi setiap orang yang mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan.

Dalan 1 Korintus 12:3-11 kita akan mendengarkan penjelasan tentang. 1. Pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan berasal dari Roh Kudus, dan 2. Roh yang sama mempersatukan berbagai karunia serta pelayanan  dan 3. Karunia Roh Kudus diberikan kepada setiap orang percaya untuk membangun jemaat dan mempermuliakan Tuhan, sebagai berikut:

1. Pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan Berasal dari Roh Kudus (ayat 3)

“Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: ‘Terkutuklah Yesus!’ dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: ‘Yesus adalah Tuhan’, selain oleh Roh Kudus.” (ay 3)

Ayat ini merupakan bagian penting dalam pembahasan Rasul Paulus mengenai karunia-karunia Roh Kudus. Sebelum menjelaskan berbagai karunia rohani, Paulus terlebih dahulu menekankan dasar utama pekerjaan Roh Kudus, yaitu memuliakan Yesus Kristus. Dengan demikian, pusat dari seluruh pekerjaan Roh Kudus bukanlah manusia, melainkan Kristus sendiri.

Paulus menjelaskan bahwa tidak ada seorang pun yang dipimpin oleh Roh Allah dapat berkata, “Terkutuklah Yesus.” Pernyataan ini menunjukkan bahwa Roh Kudus tidak pernah bekerja untuk menghina, menolak, atau merendahkan Yesus Kristus. Pada masa jemaat Korintus, banyak pengaruh penyembahan berhala dan ajaran yang menyesatkan, sehingga jemaat perlu belajar membedakan mana yang benar-benar berasal dari Roh Allah dan mana yang bukan. Oleh sebab itu, Paulus memberikan ukuran yang jelas bahwa setiap pekerjaan Roh Kudus pasti akan membawa orang kepada penghormatan dan pengakuan yang benar terhadap Yesus.

Melalui ayat ini, Paulus mengingatkan jemaat bahwa tanda utama pekerjaan Roh Kudus bukan hanya mujizat atau tanda-tanda lahiriah, tetapi hati yang sungguh-sungguh mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan. Roh Kudus bekerja dalam kehidupan orang percaya untuk membawa mereka hidup dalam iman, ketaatan, dan penyembahan kepada Kristus.

Dengan demikian, 1 Korintus 12:3 menegaskan bahwa pusat dari seluruh pekerjaan Roh Kudus adalah Yesus Kristus. Roh Kudus memimpin orang percaya untuk mengenal, mengasihi, dan memuliakan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

 

2. Kesatuan Roh Kudus dalam Berbagai Karunia dan Pelayanan (ayat 4-7)

4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.  5. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.  6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah   adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.   7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh  untuk kepentingan bersama.  

Dalam bagian ini Rasul Paulus menjelaskan bahwa di dalam jemaat terdapat berbagai macam karunia, pelayanan, dan pekerjaan rohani, tetapi semuanya berasal dari Allah yang sama. Paulus ingin menolong jemaat Korintus memahami bahwa perbedaan karunia bukan alasan untuk merasa lebih hebat atau lebih rendah, sebab sumbernya tetap satu, yaitu Allah sendiri.

Paulus mulai dengan mengatakan bahwa ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Ini berarti Roh Kudus memberikan karunia yang berbeda-beda kepada setiap orang percaya. Tidak semua orang memiliki karunia yang sama. Ada yang dipakai dalam mengajar, bernubuat, melayani, menyembuhkan, memimpin, atau bentuk pelayanan lainnya. Walaupun berbeda, semuanya berasal dari Roh Kudus yang sama. Karena itu tidak boleh ada iri hati atau persaingan di antara anggota jemaat.

Pada ayat 7 Paulus memberikan tujuan utama dari semua karunia Roh, yaitu untuk kepentingan bersama. Karunia Roh Kudus diberikan bukan untuk keuntungan pribadi, melainkan untuk membangun jemaat dan menolong sesama orang percaya. Setiap karunia harus dipakai dalam kasih, kerendahan hati, dan tanggung jawab agar tubuh Kristus semakin bertumbuh.

Melalui bagian ini Paulus mengajarkan pentingnya kesatuan di tengah keberagaman. Walaupun orang percaya memiliki kemampuan, tugas, dan pelayanan yang berbeda, semuanya dipersatukan oleh Roh Kudus, Tuhan, dan Allah yang sama. Dengan demikian jemaat dipanggil untuk saling menghargai, bekerja sama, dan memakai karunia yang dimiliki demi kemuliaan Tuhan dan kebaikan bersama.

 

3. Karunia-Karunia Roh Kudus untuk Membangun Jemaat  (ayat 8-11)

Dalam 1 Korintus 12:8-10 terdapat 9 karunia Roh Kudus yang Allah berikan kepada setiap umat-Nya yang berguna dalam pelayanan dan dalam kehidupan sehari-hari.

8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat,  dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.   9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman,  dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.   10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa  untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat,   dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh.  Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh,  dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.  Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh  yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

 

1)      Karunia berkata-kata dengan hikmat

Karunia untuk menyampaikan hikmat Allah dalam memberi nasihat, keputusan, dan tuntunan rohani. “Karena kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat. (ayat 8)  “Jika di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya.” Yakobus 1:5

2)      Karunia berkata-kata dengan pengetahuan

Karunia memahami dan menyampaikan pengetahuan rohani yang berasal dari Roh Kudus.
“...dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.” (ay. 8) “Sebab TUHANlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.”Amsal 2:6

3)      Karunia iman

Iman yang luar biasa untuk percaya kepada kuasa Allah dalam situasi yang sulit. “Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman...” (ayat 9) “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”Ibrani 11:1

4)      Karunia menyembuhkan

Karunia untuk menjadi alat Tuhan dalam membawa kesembuhan. “...dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.” (ay. 9)  “Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia...”  Yakobus 5:14-15

5)      Kuasa mengadakan mujizat

Karunia untuk melakukan pekerjaan ajaib oleh kuasa Allah. “Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat...”1 Kor. 12:10, “Dan oleh rasul-rasul diadakan banyak tanda dan mujizat di antara orang banyak...”Kisah Para Rasul 5:12

6)      Karunia bernubuat

Karunia menyampaikan pesan Allah untuk membangun, menasihati, dan menghibur jemaat.
“...kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat...”(ay. 10) “Siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur.”Korintus 14:3

7)      Karunia membedakan bermacam-macam roh

Karunia untuk membedakan roh yang berasal dari Allah dan yang bukan. “...dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. (aya.10)  “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah...” 1 Yohanes 4:1

8)      Karunia berkata-kata dengan bahasa roh

Karunia berbicara dalam bahasa yang diberikan oleh Roh Kudus. “...kepada yang seorang Ia memberikan karunia berkata-kata dengan bahasa roh...”(ay. 10) “Mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.” Kisah Para Rasul 2:4

9)      Karunia menafsirkan bahasa roh

Karunia menjelaskan arti bahasa roh supaya jemaat dibangun. “...dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. (Ay. 10)  “Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya ia dapat menafsirkannya.”1 Korintus 14:13

Kesimpulan

Hari Pentakosta mengingatkan kita bahwa Roh Kudus telah dicurahkan kepada gereja untuk menggenapi janji Tuhan dan memampukan orang percaya hidup bagi Kristus. Rasul Paulus dalam 1 Korintus 12:3-11 menegaskan bahwa Roh Kudus memimpin setiap orang untuk mengakui Yesus sebagai Tuhan, mempersatukan jemaat di tengah berbagai perbedaan karunia dan pelayanan, serta memberikan karunia-karunia rohani untuk membangun tubuh Kristus. Semua karunia berasal dari Roh yang sama dan harus dipakai bukan untuk kepentingan pribadi atau kesombongan, melainkan untuk kemuliaan Tuhan dan kepentingan bersama. Karena itu, gereja yang dipenuhi Roh Kudus adalah gereja yang hidup dalam kesatuan, kasih, pelayanan, dan ketaatan kepada Kristus.

Aplikasi

  1. Hiduplah dalam pengakuan bahwa Yesus adalah Tuhan
    Orang yang dipimpin Roh Kudus akan hidup dalam iman, ketaatan, dan penyembahan kepada Yesus Kristus, bukan hanya melalui perkataan tetapi juga melalui perbuatan sehari-hari.
  2. Gunakan karunia untuk melayani, bukan meninggikan diri
    Setiap orang percaya memiliki karunia yang berbeda-beda. Karena itu, jangan membandingkan diri atau merasa lebih hebat dari orang lain, tetapi pakailah karunia yang Tuhan berikan untuk melayani dan membangun jemaat.
  3. Peliharalah persatuan dalam jemaat
    Walaupun memiliki tugas dan kemampuan yang berbeda, semua orang percaya dipanggil untuk bekerja sama dalam kasih dan kerendahan hati sebagai satu tubuh di dalam Kristus.

 

 

 

Oleh: Pdt. Juliman Harefa

 

 

Keturunan Kain dan Keturunan Set yang Memanggil Nama Tuhan Kejadian 4:17-26

  Pendahuluan Pasal 4 Kitab Kejadian menggambarkan keadaan manusia setelah jatuh ke dalam dosa. Dosa yang dimulai dari ketidaktaatan Adam da...