Selasa, 26 Mei 2026

Hati Isaura

 

Pada Suatu Hari Nanti

Pada suatu hari nanti, aku mungkin sudah tidak ada lagi di dunia ini. Waktu akan terus berjalan, orang-orang akan sibuk dengan kehidupan mereka masing-masing, dan namaku perlahan dilupakan. Namun aku berharap, tulisan-tulisan yang pernah kubuat tetap hidup di hati seseorang.

Setiap malam aku menulis sajak. Dalam setiap baitnya kusimpan rasa rindu, harapan, dan cerita hidupku. Aku sadar manusia tidak akan hidup selamanya, tetapi kata-kata bisa tinggal lebih lama daripada usia manusia.

Aku membayangkan suatu saat seseorang membaca puisiku di tempat yang sunyi. Mungkin ia sedang sedih, merasa sendiri, atau kehilangan arah. Lalu ia menemukan sedikit kekuatan dari larik-larik sederhana yang kutulis. Saat itu, meskipun ragaku telah tiada, aku merasa masih hadir menemaninya.

Kelak suaraku tak lagi terdengar. Tidak ada lagi orang yang mendengar tawaku atau percakapanku. Namun melalui puisi-puisi itu, aku ingin tetap dikenang. Aku ingin seseorang tahu bahwa ada pernah hati yang mencintai kehidupan dan menuangkannya ke dalam kata-kata.

Impian dan cita-citaku mungkin juga akan hilang ditelan waktu. Tetapi aku percaya, selama puisiku masih dibaca, sebagian dari diriku akan terus hidup. Karena itu aku terus menulis, berharap suatu hari nanti akan ada orang yang mencari dan menemukan diriku di sela-sela huruf sajakku.

Setelah Dibawa ke Ruangan Besar

Aku benci pagi
Karena pagi
Selalu memisahkanku
dengan ibu

Di ruangan besar itu
aku duduk diam
menunggu sore datang
bersama langkah ibu
yang kurindukan

Kadang air mataku jatuh
Mbak Ratih memberi permen
dan mainan kecil
agar tangisku reda
meski rinduku
tetap sama

Ibu bilang
aku anak paling hebat
calon pilot
yang akan terbang tinggi
Tapi kenapa bu,
ibu selalu meninggalkanku di sini?

Ayah pun tak pernah pulang
Katanya bekerja jauh
membangun mimpi
untuk keluarga

Aku hanya anak kecil
yang belum mengerti
mengapa orang dewasa
sering menangis
saat mencari kebahagiaan

 

Pangkalan Kerinci 26 Mei 2026, 03.55 WIB

Ditulis oleh anak-ku: Isaura Tanida Harefa

 

 

Kisah Isaura

Menanti Ibu Datang Saya yang bernama Isaura Tanida Harefa terlahir dari kedua orang tua yang lengkap bernama Juliman Harefa dan Victoria Las...