Kamis, 09 Juli 2026

Saling Menolong. 3 Yohanes 1:5-8

 Khotbah Minggu



Pendahuluan

Surat 3 Yohanes ditulis oleh Rasul Yohanes kepada seorang percaya bernama Gaius. Ia dikenal sebagai pribadi yang setia menerima dan menolong para pelayan Injil yang sedang melakukan perjalanan pelayanan.

Pada waktu itu muncul seorang pemimpin jemaat bernama Diotrefes yang menolak menerima para pelayan Tuhan, bahkan menghalangi orang lain untuk membantu mereka. Sebaliknya, Gaius dipuji karena keramahannya dan kesediaannya mendukung pekerjaan Injil. Surat ini mengajarkan bahwa setiap orang percaya dipanggil bekerja sama dan saling menopang dalam pelayanan.

 

Khotbah

1. Menolong Pelayan Tuhan Ayat 5

5 Saudaraku yang kekasih, engkau bertindak sebagai orang percaya , di mana engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara,  sekalipun mereka adalah orang-orang asing. 

Pada pendahuluan kitab ini dijelaskan bahwa ada oknum yang menolak menolong para hamba Tuhan yang memberitakan Injil dala pelayanan dan perjalanan mereka tetapi Yohanes memuji seorang yang bernama Gaius karena kesetiaanya kepada Tuhan terlihat melalui kepeduliannya kepada saudara-saudara seiman, bahkan kepada orang yang sebelumnya tidak dikenalnya. Iman sejati selalu menghasilkan tindakan kasih, Ia menolong para hamba Tuhan yang memberitakan Injil.

Gaius membantu para hamba Tuhan dengan membukan ruahnya dan memberi tumpangan dalam perjalanan para pemberita Injil karena pada masa itu belum ada penginapan tempat menginap bagi orang yang melakukan perjalanan.  Bahkan Gaius memberi bekal kepada para hamba Tuhan tersebut ketika mereka melanjutkan perjalanan pelayanan mereka (ayat 5 dan 6).

Gaius merupakan teladan bagi kita dimasa kini bahwa menolong dan membantu para hamba Tuhan dalam pelayanan merupakan bukti kesetiaan kepada Tuhan dan pekerjaan-Nya.

 

2. Kasih yang menjadi Kesaksian Hidup (Ayat 6)

6 Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang kasihmu. Baik benar perbuatanmu, jikalau engkau menolong mereka dalam perjalanan mereka,  dengan suatu cara yang berkenan  kepada Allah. 

Kasih Gaius telah dikenal oleh jemaat karena ia terus-menerus membantu para pelayan Tuhan. Semua yang dilakukannya bukan untuk mencari pujian manusia, melainkan untuk menyenangkan hati Allah.

Kasih Gaius bukan hanya dirasakan secara pribadi, tetapi telah menjadi kesaksian di hadapan seluruh jemaat. Ini menunjukkan bahwa kasih sejati selalu menghasilkan dampak yang dapat dilihat oleh orang lain.

Ada dua hal penting dalam ayat ini:

1. Kasih yang menjadi kesaksian

"Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang kasihmu." Para penginjil yang pernah ditolong Gaius menceritakan kepada jemaat tentang kebaikan dan keramahannya. Kasih Gaius menjadi kesaksian yang memuliakan Allah.

Orang percaya dipanggil memiliki kasih yang nyata sehingga kehidupan kita menjadi kesaksian bagi orang lain (Yoh. 13:35).

2. Menolong dengan cara yang berkenan kepada Allah

"Engkau akan berbuat baik, jikalau engkau menolong mereka..." Yohanes mendorong Gaius untuk terus mendukung para pelayan Tuhan, bukan sekadar memberi bantuan seadanya, tetapi memberikan dukungan yang layak sesuai kehendak Allah. Dalam budaya gereja mula-mula, menolong dalam perjalanan berarti menyediakan kebutuhan mereka, seperti makanan, tempat tinggal, bekal perjalanan, bahkan perlindungan.

Kita dapat mendukung pelayanan melalui doa, dana, tenaga, perhatian, dan dorongan semangat.

 

3. Mengambil Bagian dalam Pekerjaan Tuhan (ayat 7-8)

7 Sebab karena nama-Nya  mereka telah berangkat dengan tidak menerima sesuatupun dari orang-orang yang tidak mengenal Allah. 8 Kita wajib menerima orang-orang yang demikian, supaya kita boleh mengambil bagian dalam pekerjaan mereka untuk kebenaran.

Para pemberita Injil berangkat melayani demi nama Kristus tanpa bergantung kepada orang-orang yang belum percaya. Karena itu, jemaat Tuhan memiliki tanggung jawab untuk mendukung mereka dalam pelayanan dan mengambil bagian dalam pekerjaan Tuhan.

Dengan menerima dan menolong para pelayan Tuhan, orang percaya turut mengambil bagian dalam pekerjaan Injil. Walaupun tidak semua orang diutus pergi memberitakan Injil, semua orang dapat menjadi rekan sekerja melalui dukungan yang diberikan.

Menolong sesama menunjukkan bahwa iman kita hidup dan nyata dalam perbuatan. Sikap saling menolong menjadi kesaksian yang kuat bagi dunia. Melalui kasih yang nyata, orang lain dapat melihat Kristus dalam kehidupan kita.  Mendukung pelayanan berarti ikut ambil bagian dalam misi Allah.

 

Kesimpulan

Melalui 3 Yohanes 1:5-8 kita belajar bahwa:

Saling menolong merupakan bukti iman yang hidup. Kasih yang diwujudkan dalam tindakan memuliakan Allah. Menolong sesama berarti ikut mengambil bagian dalam pekerjaan dan misi Tuhan.

Marilah kita meneladani Gaius, bukan Diotrefes. Walaupun tidak semua orang dipanggil menjadi penginjil atau misionaris, setiap orang percaya dapat mendukung pekerjaan Tuhan melalui doa, tenaga, waktu, perhatian, materi, dan dorongan semangat.

Gereja dipanggil menjadi komunitas yang saling mengasihi. Dengan motivasi yang benar, hikmat dalam memberi pertolongan, dan hati yang peduli, kita dapat menjadi alat Tuhan untuk membawa berkat bagi keluarga, jemaat, dan masyarakat.

 

Oleh : Pdt. Juliman Harefa

 

Saling Menolong. 3 Yohanes 1:5-8

  Khotbah Minggu Pendahuluan Surat 3 Yohanes ditulis oleh Rasul Yohanes kepada seorang percaya bernama Gaius. Ia dikenal sebagai priba...