Khotbah Minggu
Pendahuluan
Surat
3 Yohanes ditulis oleh Rasul Yohanes kepada seorang percaya bernama Gaius. Ia
dikenal sebagai pribadi yang setia menerima dan menolong para pelayan Injil
yang sedang melakukan perjalanan pelayanan.
Pada
waktu itu muncul seorang pemimpin jemaat bernama Diotrefes yang menolak
menerima para pelayan Tuhan, bahkan menghalangi orang lain untuk membantu
mereka. Sebaliknya, Gaius dipuji karena keramahannya dan kesediaannya mendukung
pekerjaan Injil. Surat ini mengajarkan bahwa setiap orang percaya dipanggil
bekerja sama dan saling menopang dalam pelayanan.
Khotbah
1. Menolong Pelayan Tuhan Ayat 5
5 Saudaraku yang kekasih, engkau bertindak sebagai orang percaya ,
di mana engkau berbuat segala sesuatu untuk saudara-saudara, sekalipun
mereka adalah orang-orang asing.
Pada
pendahuluan kitab ini dijelaskan bahwa ada oknum yang menolak menolong para
hamba Tuhan yang memberitakan Injil dala pelayanan dan perjalanan mereka tetapi
Yohanes memuji seorang yang bernama Gaius karena kesetiaanya kepada Tuhan terlihat
melalui kepeduliannya kepada saudara-saudara seiman, bahkan kepada orang yang
sebelumnya tidak dikenalnya. Iman sejati selalu menghasilkan tindakan kasih, Ia
menolong para hamba Tuhan yang memberitakan Injil.
Gaius
membantu para hamba Tuhan dengan membukan ruahnya dan memberi tumpangan dalam
perjalanan para pemberita Injil karena pada masa itu belum ada penginapan tempat
menginap bagi orang yang melakukan perjalanan.
Bahkan Gaius memberi bekal kepada para hamba Tuhan tersebut ketika
mereka melanjutkan perjalanan pelayanan mereka (ayat 5 dan 6).
Gaius merupakan teladan bagi kita dimasa kini bahwa menolong dan membantu para hamba Tuhan dalam pelayanan merupakan bukti kesetiaan kepada Tuhan dan pekerjaan-Nya.
2. Kasih yang menjadi Kesaksian Hidup (Ayat 6)
6 Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang kasihmu.
Baik benar perbuatanmu, jikalau engkau menolong mereka dalam perjalanan mereka, dengan
suatu cara yang berkenan kepada Allah.
Kasih
Gaius telah dikenal oleh jemaat karena ia terus-menerus membantu para pelayan
Tuhan. Semua yang dilakukannya bukan untuk mencari pujian manusia, melainkan
untuk menyenangkan hati Allah.
Kasih
Gaius bukan hanya dirasakan secara pribadi, tetapi telah menjadi kesaksian
di hadapan seluruh jemaat. Ini menunjukkan bahwa kasih sejati selalu
menghasilkan dampak yang dapat dilihat oleh orang lain.
Ada dua
hal penting dalam ayat ini:
1.
Kasih yang menjadi kesaksian
"Mereka telah memberi kesaksian di hadapan jemaat tentang
kasihmu." Para penginjil yang pernah ditolong Gaius menceritakan kepada jemaat
tentang kebaikan dan keramahannya. Kasih Gaius menjadi kesaksian yang
memuliakan Allah.
Orang
percaya dipanggil memiliki kasih yang nyata sehingga kehidupan kita menjadi
kesaksian bagi orang lain (Yoh. 13:35).
2.
Menolong dengan cara yang berkenan kepada Allah
"Engkau akan berbuat baik, jikalau engkau menolong mereka..." Yohanes mendorong Gaius
untuk terus mendukung para pelayan Tuhan, bukan sekadar memberi bantuan
seadanya, tetapi memberikan dukungan yang layak sesuai kehendak Allah. Dalam
budaya gereja mula-mula, menolong dalam perjalanan berarti menyediakan
kebutuhan mereka, seperti makanan, tempat tinggal, bekal perjalanan, bahkan
perlindungan.
Kita
dapat mendukung pelayanan melalui doa, dana, tenaga, perhatian, dan dorongan
semangat.
3.
Mengambil Bagian dalam Pekerjaan Tuhan (ayat 7-8)
7 Sebab karena nama-Nya mereka
telah berangkat dengan tidak menerima sesuatupun dari orang-orang yang tidak
mengenal Allah. 8 Kita wajib menerima orang-orang yang
demikian, supaya kita boleh mengambil bagian dalam pekerjaan mereka untuk
kebenaran.
Para pemberita Injil berangkat melayani demi nama Kristus tanpa
bergantung kepada orang-orang yang belum percaya. Karena itu, jemaat Tuhan
memiliki tanggung jawab untuk mendukung mereka dalam pelayanan dan mengambil
bagian dalam pekerjaan Tuhan.
Dengan
menerima dan menolong para pelayan Tuhan, orang percaya turut mengambil bagian
dalam pekerjaan Injil. Walaupun tidak semua orang diutus pergi memberitakan
Injil, semua orang dapat menjadi rekan sekerja melalui dukungan yang diberikan.
Menolong
sesama menunjukkan bahwa iman kita hidup dan nyata dalam perbuatan. Sikap
saling menolong menjadi kesaksian yang kuat bagi dunia. Melalui kasih yang
nyata, orang lain dapat melihat Kristus dalam kehidupan kita. Mendukung pelayanan berarti ikut ambil bagian
dalam misi Allah.
Kesimpulan
Melalui
3 Yohanes 1:5-8 kita belajar bahwa:
Saling
menolong merupakan bukti iman yang hidup. Kasih yang diwujudkan dalam tindakan
memuliakan Allah. Menolong sesama berarti ikut mengambil bagian dalam pekerjaan
dan misi Tuhan.
Marilah
kita meneladani Gaius, bukan Diotrefes. Walaupun tidak semua orang dipanggil
menjadi penginjil atau misionaris, setiap orang percaya dapat mendukung
pekerjaan Tuhan melalui doa, tenaga, waktu, perhatian, materi, dan dorongan
semangat.
Gereja
dipanggil menjadi komunitas yang saling mengasihi. Dengan motivasi yang benar,
hikmat dalam memberi pertolongan, dan hati yang peduli, kita dapat menjadi alat
Tuhan untuk membawa berkat bagi keluarga, jemaat, dan masyarakat.
Oleh :
Pdt. Juliman Harefa