Jumat, 19 Juni 2026

Pemeliharaan Allah yang Universal. Kejadian 21:8-21

 

Bahan Khotbah Minggu

8 Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu. 9 Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri. 10 Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak." 11 Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu. 12 Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. 13 Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu." 14 Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba. 15 Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, 16 dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. 17 Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. 18 Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar." 19 Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum. 20 Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah. 21 Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.

 

Pendahuluan

Pemeliharaan Allah adalah salah satu tema besar dalam Alkitab. Sering kali manusia menganggap bahwa Allah hanya memperhatikan orang-orang tertentu atau hanya bekerja bagi mereka yang hidup dalam keadaan baik. Namun, Kejadian 21:8-21 memperlihatkan bahwa pemeliharaan Allah melampaui batas-batas yang sering dibuat manusia. Dalam bagian ini, Allah bukan hanya memelihara Ishak sebagai anak perjanjian, tetapi juga memperhatikan Hagar dan Ismael yang sedang menderita di padang gurun.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa kasih dan pemeliharaan Allah bersifat universal. Ia melihat penderitaan manusia, mendengar jeritan mereka, dan bertindak menurut kasih serta rencana-Nya.

1. Allah Memelihara di Tengah Penolakan dan Penderitaan (Ayat 8-14)

8 Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu. 9 Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri. 10 Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak." 11 Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu. 12 Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. 13 Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu." 14 Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.

 

Ketika Abraham mengadakan perjamuan besar. Pada saat itu, Sara melihat Ismael mengejek Ishak sehingga ia meminta Abraham mengusir Hagar dan Ismael.

Permintaan itu sangat menyedihkan hati Abraham karena Ismael juga adalah anaknya. Namun Allah menyuruh Abraham mendengarkan Sara karena melalui Ishaklah keturunan perjanjian akan diteruskan. Meskipun demikian, Allah juga memberikan janji bahwa Ismael akan dijadikan bangsa yang besar.

Hal ini menunjukkan bahwa sekalipun Hagar dan Ismael harus meninggalkan rumah Abraham, mereka tidak ditinggalkan oleh Allah. Pemeliharaan Tuhan tidak bergantung pada keadaan yang menyenangkan atau posisi sosial seseorang.

 

2. Allah Mendengar Seruan Orang yang Menderita (Ayat 15-19)

15 Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak, 16 dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring. 17 Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring. 18 Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar." 19 Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.

Di padang gurun, bekal air Hagar habis. Ia meletakkan Ismael di bawah semak-semak karena tidak sanggup melihat anaknya mati kehausan. Hagar menangis dengan putus asa.

Namun Alkitab mencatat bahwa Allah mendengar suara anak itu. Malaikat Tuhan memanggil Hagar dari langit dan berkata agar ia tidak takut, sebab Allah telah mendengar tangisan Ismael.

Kemudian Allah membuka mata Hagar sehingga ia melihat sebuah sumur. Dari sana mereka memperoleh air dan diselamatkan dari kematian.

Peristiwa ini memperlihatkan bahwa Allah bukan hanya melihat kebutuhan manusia, tetapi juga bertindak menyediakan jalan keluar pada waktu yang tepat.

 

 

3. Allah Memelihara Semua Orang Sesuai dengan Rencana-Nya (Ayat 20-21)

20 Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah. 21 Maka tinggallah ia di padang gurun Paran, dan ibunya mengambil seorang isteri baginya dari tanah Mesir.

 

Allah menyertai Ismael ketika ia bertumbuh dewasa. Ia tinggal di padang gurun, menjadi seorang pemanah, dan kemudian ibunya mengambil seorang istri baginya dari Mesir.

Meskipun Ismael bukan pewaris perjanjian yang diberikan kepada Abraham melalui Ishak, Allah tetap setia pada janji-Nya untuk menjadikannya bangsa yang besar.

Pemeliharaan Allah kepada Ismael mengajarkan bahwa kasih dan perhatian-Nya tidak terbatas hanya pada satu kelompok manusia. Allah tetap bekerja dalam kehidupan banyak orang sesuai dengan tujuan dan rencana-Nya yang berdaulat.

 

Kesimpulan

Kejadian 21:8–21 mengajarkan bahwa Allah adalah Allah yang memelihara. Di tengah penolakan, keputusasaan, dan ancaman kematian, Ia hadir memberikan pertolongan dan pengharapan.

Pemeliharaan Allah yang universal tampak dalam tiga hal:

  1. Allah memelihara di tengah penolakan dan penderitaan.
  2. Allah mendengar seruan orang yang menderita dan menyediakan jalan keluar.
  3. Allah memelihara semua orang sesuai dengan rencana dan kehendak-Nya.

Bagi setiap orang percaya, bagian ini menjadi pengingat bahwa tidak ada situasi yang terlalu sulit bagi Allah. Dia melihat, mendengar, dan tetap bekerja memelihara kehidupan menurut kasih dan hikmat-Nya. Oleh sebab itu, marilah kita hidup dengan iman yang teguh dan percaya kepada pemeliharaan Allah yang tidak pernah gagal.

Aplikasi

1.      Sering kali kita mengalami penolakan, kehilangan, atau situasi yang tidak kita inginkan. Namun, keadaan tersebut tidak berarti Allah meninggalkan kita. Ia tetap bekerja memelihara kehidupan umat-Nya.

2.      Ketika jalan keluar tampaknya tidak ada, Allah sanggup membuka mata kita untuk melihat pertolongan yang telah Ia sediakan. Ia mendengar doa dan jeritan umat-Nya.

3.      Orang percaya dipanggil untuk mencerminkan karakter Allah yang penuh kasih dan tidak membatasi perhatian hanya kepada kelompok tertentu. Kita juga dipanggil untuk menjadi saluran berkat bagi semua orang.

 

 

 

Pemeliharaan Allah yang Universal. Kejadian 21:8-21

  Bahan Khotbah Minggu 8 Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu...