Jumat, 19 Juni 2026

Carilah Dahulu Kerajaan Allah dan Kebenaran-Nya. Matius 6:25–34

 Bahan Pendalaman Alkitab (PA)

 



Hal kekuatiran

6:25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir   akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? 6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? 6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani   rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? 6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

 

Pendahuluan

Kehidupan manusia sering dipenuhi dengan berbagai kekuatiran. Kekuatiran tentang kebutuhan sehari-hari, masa depan, kesehatan, pekerjaan, pendidikan anak, maupun keadaan ekonomi sering kali menguasai pikiran sehingga mengurangi sukacita dan damai sejahtera. Dalam Matius 6:25-34, Tuhan Yesus memberikan pengajaran yang sangat penting bahwa anak-anak Allah tidak boleh hidup dikuasai oleh kekhawatiran, melainkan harus mengutamakan Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Janji Tuhan sangat jelas: ketika kita menempatkan Allah sebagai prioritas utama, Ia sendiri yang akan memelihara dan mencukupkan kebutuhan hidup kita.

I. Jangan Kuatir Akan Kehidupan (Ayat 25-30)

25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir  akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? 26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? 28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, 29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. 30 Jadi jika demikian Allah mendandani 5  rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

Yesus dalam pengajaran-Nya di bukit menyampaikan  larangan untuk kuatir mengenai makanan, minuman, dan pakaian. Bukan berarti kebutuhan jasmani tidak penting, tetapi manusia lebih berharga daripada semua kebutuhan tersebut.

Untuk menegaskan hal itu, Yesus menunjuk kepada burung-burung di udara yang tidak menabur atau menuai, tetapi dipelihara oleh Bapa di sorga. Demikian pula bunga bakung di ladang yang tidak bekerja keras, namun dihiasi dengan keindahan yang luar biasa.

Jika Allah memelihara ciptaan-Nya yang demikian sederhana, terlebih lagi Ia akan memelihara umat-Nya yang berharga di hadapan-Nya. Kekhawatiran tidak dapat memperpanjang hidup seseorang, bahkan sering kali hanya menambah beban dan mengurangi iman kepada Allah.

 

II. Kekuatiran Adalah Ciri Orang yang Tidak Mengenal Allah (Ayat 31–32)

 31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.

Yesus menjelaskan bahwa orang-orang yang tidak mengenal Allah mengejar dan mengutamakan kebutuhan duniawi sebagai tujuan hidup mereka. Mereka hidup seolah-olah segala sesuatu bergantung pada usaha manusia semata.

Sebaliknya, orang percaya memiliki Bapa di sorga yang mengetahui segala kebutuhan mereka sebelum diminta. Allah bukan hanya mengetahui kebutuhan umat-Nya, tetapi juga sanggup memenuhi semuanya menurut kehendak dan waktu-Nya.

Karena itu, kehidupan orang percaya seharusnya ditandai dengan kepercayaan kepada pemeliharaan Allah, bukan oleh rasa kuatir yang terus-menerus.

III. Carilah Dahulu Kerajaan Allah dan Kebenaran-Nya, Maka Allah Akan Memelihara Hidupmu (Ayat 33–34)

33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. 34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Puncak pengajaran Yesus terdapat dalam ayat 33: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Mencari Kerajaan Allah berarti menempatkan pemerintahan Allah sebagai prioritas utama dalam hidup, menaati kehendak-Nya, dan hidup untuk kemuliaan-Nya. Mencari kebenaran-Nya berarti hidup sesuai dengan standar firman Tuhan, menjauhi dosa, serta mengejar kehidupan yang berkenan kepada-Nya.

Yesus kemudian mengajarkan agar kita tidak mengkuatirkan hari esok. Setiap hari memiliki tantangannya sendiri, dan Allah memberikan kasih karunia yang cukup untuk setiap hari. Fokus orang percaya bukanlah dipenuhi kecemasan tentang masa depan, melainkan hidup setia kepada Tuhan hari ini sambil mempercayakan masa depan kepada pemeliharaan-Nya.

Dengan demikian, prioritas yang benar akan menghasilkan kehidupan yang penuh damai sejahtera, karena kita percaya bahwa Allah sanggup menambahkan segala sesuatu yang benar-benar kita perlukan.

Kesimpulan

Matius 6:25–34 mengajarkan bahwa kekuatiran bukanlah jalan keluar bagi persoalan hidup. Sebaliknya, Tuhan memanggil setiap orang percaya untuk hidup dalam iman kepada pemeliharaan Bapa di sorga.

Ketika Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya menjadi prioritas utama, kita belajar menyerahkan segala kekuatiran kepada Tuhan dan percaya bahwa Ia mengetahui serta mencukupkan kebutuhan hidup kita menurut kehendak-Nya. Hidup yang mengutamakan Allah akan dipenuhi dengan damai sejahtera dan keyakinan bahwa penyertaan-Nya tidak pernah gagal.

Pertanyaan Diskusi dan Jawaban

1. Mengapa Yesus melarang murid-murid-Nya untuk kuatir?

Jawaban:
Karena Allah adalah Bapa yang memelihara umat-Nya. Kekuatiran tidak menyelesaikan masalah dan tidak dapat menambah umur seseorang, sedangkan Allah mengetahui serta sanggup memenuhi kebutuhan anak-anak-Nya.

2. Apa makna Yesus menunjuk kepada burung di udara dan bunga bakung di ladang?

Jawaban:
Yesus memakai keduanya sebagai ilustrasi pemeliharaan Allah atas ciptaan-Nya. Jika Allah memelihara burung dan menghiasi bunga dengan indah, maka manusia yang diciptakan menurut gambar Allah tentu lebih berharga di mata-Nya.

3. Apa yang dimaksud dengan “mencari dahulu Kerajaan Allah”?

Jawaban:
Artinya menempatkan Allah sebagai prioritas tertinggi dalam hidup, mengutamakan kehendak-Nya, taat kepada firman-Nya, dan hidup untuk kemuliaan-Nya di atas kepentingan pribadi atau duniawi.

4. Apa yang dimaksud dengan “mencari kebenaran-Nya”?

Jawaban:
Mencari kebenaran-Nya berarti hidup sesuai dengan standar Allah, mengejar kekudusan, melakukan yang benar menurut firman Tuhan, dan menjauhi dosa dalam setiap aspek kehidupan.

5. Apa arti janji “semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”?

Jawaban:
Allah berjanji memelihara dan mencukupkan kebutuhan umat-Nya ketika mereka mengutamakan Kerajaan Allah. Janji ini bukan berarti semua keinginan manusia akan dipenuhi, tetapi Allah akan menyediakan apa yang benar-benar diperlukan menurut hikmat dan kehendak-Nya.

6. Bagaimana cara praktis menerapkan Matius 6:33–34 dalam kehidupan sehari-hari?

Jawaban:
Dengan mengutamakan hubungan dengan Tuhan melalui doa dan firman-Nya, hidup taat kepada kehendak Allah, setia melayani, bekerja dengan jujur, serta mempercayakan masa depan kepada Tuhan tanpa dikuasai oleh kekhawatiran yang berlebihan.

 

Pemeliharaan Allah yang Universal. Kejadian 21:8-21

  Bahan Khotbah Minggu 8 Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu...